Posted in Uncategorized

Ini duit buat beli Es!


P1070366

Seorang  suami belajar masak tetapi selalu gagal, padahal tinggal satu langkah memberikan (daun) salam. Ternyata ia malahan menyalami masakannya dengan ucapan salam..

Aturan pakai dirumah saya memang kalau ada bel atau gerbang diketuk, lihat dulu siapa orangnya melalui CCTV dan jangan bawa kunci sampai yakin jati diri mereka. Hari itu para asisten sedang tidak ada ditempat sehingga mau tidak mau saya harus menuju pintu gerbang dan mengintip besar…

Pria kurus berkaos merah dan celana pendek ini seperti sudah akrab dengan rumah saya…Tangannya menggenggam sabit yang tak begitu tajam karena kerap dipergunakan.

Namun pandangan matanya seperti mengharap ..a puppy looks.. Awas pandangan juga bisa mengecoh, saya memberikan sugesti pribadi.

Saya selalu bersikap pura-pura tak ramah kepada orang yang tak begitu dikenal. Pasalnya sudah ada yang berhasil masuk menguras isi rumah.

“mau ambil daun salam -nya pak Aji….” katanya mengharap. Secara diterjemahkan… pak Sabit ini menitipkan berton-ton daun salam di gudang miliknya dan saya petugas gudang yang diminta menyerahkan daun salam milik pak sabit..

Ya ambil saja, kata saya… langsung meninggalkan gelanggang diskusi singkat… Zonder perlu buka kunci kerbang..

“Tapi pak aji ini sekedar buat beli es…” katanya setengah memaksa..

Saya terpesona…sesaat.. kalau saja pria didepan saya ini ahli Gendam/Hipnotis Jahat maka boleh jadi saya kena pengaruhnya. Lah saya sudah seperti kosong melihat uang dekil disodorkan buat beli es…

Rasanya saya seperti kembali ke usia 5 tahun tatkala tangan kurus dekil menyodorkan uang sepuluh ribuan melalui sela-sela lubang kecil pagar pintu rumah yang masih tetap terkunci.

P1070367Begitu sadar, saya menjawab – uangnya buat bapak saja ya.. silahkan ambil Daun salam dan daun lainnya asal jangan merusak pohonnya…

Tanpa saya sadari hari itu ada dua asisten saya Pak Lanjar dan Mbak Nani yang kebakaran jenggot.. Mereka berdua berkonspirasi dengan oplag mingguan sebesar 30 ribu hasil penjualan “barang kebon”.. Sayangnya saat transaksi berjalan, keduanya sedang tidak berada ditempat…

Pak Lanjar dan Bu Nani mendapatkan nafkah tambahan dari barang sisa rumah seperti onderdil mobil, kardus bekas, modem, cctv camera.. Bahkan Putra, Putri sayapun kami instruksikan untuk memberikan Tips bilamana meninggalkan rumah. Mungkin itu juga jurus daun salam (selamat) cukup  jitu menjaga pegawai awet bekerja sekalipun beberapa anak-anak dan cucu mereka mulai protes “kenapa kerja jadi pembantu, jadi supir.. apa tidak ada kerjaan lain..”

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.