Posted in Uncategorized

Ini Handuk Mandi atau Lotek rasa pedas


IMG_0441Kendari jarang-jarang sekali waktu rumah dipenuhi tamu.. Apalagi kalau anak-anak dan cucu bisa berkesempatan berkumpul dirumah. Suatu peristiwa langka. Saya menamakannya keluarga kucar-kacir dalam artian geografis.

Ada pesta pernikahan keponakan Yarsita baru-baru ini berlangsung adalah kesempatan kami berkumpul bersama. Dan memaksa dua kamar mandi yang semula banyak lowong mendadak kudu diantri. Rentetannya Pemanas shower sudah sejak pagi “tekan tombol merah” – alias status “jangan dipake dulu masih merebus air buat ente nih…”

****

Karena setiap anggota keluarga memiliki handuk kesayangannya masing-masing, agar tidak tertukar koleksi handuk yang dikeluarkan diberi kode berdasarkan warnanya. Setiap tamu diberi briefing yang jelas harus singkat atas barang pinjamannya.

Sayangnya warna dominan handuk adalah Pink, Purple, atau Coklat sementara warna lain seperti biru tetap disimpan sebab “cuma gede doang” tetapi fungsi sebagai handuk kurang sip. Akibat warna mirip-mirip kerap terjadi handuk salah pakai. Maklum ada Purple muda, Purple Tua, Purple Bluwek pada campur aduk…

Lalu handuk dibedakan menurut ukurannya… Saya karena kepala rumah tangga mendapat handuk dengan ukuran paling besar, namun rupanya ada handuk lain dengan ukuran serupa. Maka handukriminasi berdasarkan ukuran juga gagal diterapkan…

Kebetulan mbak Nani pulang dari pasar membawa gado-gado… Asisten kepercayaan ini bilang “Pak Gado-gado bapak yang pedesnya sedengan, karetnya satu. Buat ibu karetnya dua sebab pedes…”

Karet gado-gado itu saya gunakan untuk menandai handuk kepunyaan saya. Dan resep ini cespleng menghindari handuk salah pakai.

Dari gado-gado turun ke handuk. Semoga rasanya tidak pedas…

Pondok Gede
Sep 2014

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.