Posted in aborijin, biografi, buku, buku harian, jejak pemburu minyak, memoir, minyak bumi, mudlogger

Jejak Para Pemburu Minyak


P1080339 Umumnya kalau baca riwayat hidup seseorang banyak digambarkan anaknya orang kaya, tuan tanah, keturunan bangsawan pintar. Jadi saat buku ini disusun, saya bingung. Pertama saya tidak berotak encer, sekolahpun selalu kelas NON Favorit sebab jaman itu mau bisa sekolah sudah macam kena “JackPot”. Lantas saya mencoba bekerja perusahaan di luar negeri tanpa perantara, tanpa kemampuan bahasa Inggris, yang ada nekad martekad… Di tempat kerja yang beberapa teman sebangsa setanah air tapi tidak seijazah – mulai mengolok-olok saya “bukan sarjana” mana bisa kerja. Maka buku ini seperti bertutur bagaimana mengamati – menyikapi pergulatan hidup seorang Non Sarjana.. Berkecimpung dalam bidang Explorasi Minyak Bumi yang banyak mengandung resiko sekaligus banyak jalan-jalan alias travelling.. Maka ketika ibu Susi menjadi Menteri (tapi belio anak orang kaya sih), sedikit banyak saya seperti “dapet makan angin” – maka buku ini saya kebut dari 2000 halaman, di kompres dan selalu dikompress menjadi sekitar 500 halaman. Tentu semua atas bantuan tak kenal lelah dari tim editor saya.. Kalau anda tertarik hubungi email jejakpemburuminyak@gmail.com. Harga per buku adalah Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah), belum termasuk ongkos kirim bagi membeli di dalam pulau Jawa. Untuk luar jawa – ada perhitungan via JNE 978-602-71388-0-3_sample-chapter

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.