Posted in oil rig

Kandang “MACAN” di Pantura – untuk apa?


Kandang “SILUMAN” Macan

Ketika Bambang masih anak bawang dalam dunia pengeboran minyak. Sekitar 1980-an – ia kerapkali terbentur istilah dalam pengeboran yang tidak ditemuinya saat ia menuntut ilmu pengeboran minyak. Istilah yang dipakai di lapangan lebih mudah dicerna pekerja yang kurang paham bahasa Inggris. Membuka pipa bertekanan tinggi agar tekanannya turun, misalnya, digunakan istilah “afblas” – yang konotasi “bablas” dalam bahasa Jawa.

Perintah kepada mesin katrol (crane) untuk menurunkan “boom”, menurunkan pipa bor disebut “AREA”. Boleh jadi berasal dari bahasa Inggris patah-patah campur dialek lokal RIH “Run In Hole.” – Istilah ini tidak masuk kosa kata bahasa Inggris tetapi dimengerti “86” (jelas sekali) oleh pekerja.

Saat ia magang pada pengeboran lepas pantai Jawa, oleh perusahaan minyak ARCO sekarang BP ia berkesempatan mendapatkan pelatihan di Rig . Lantaran perairan Jawa masih terbilang dangkal maka tidak diperlukan kapal bor yang selain sewanya mahal, pun tidak praktis diterapkan di laut dangkal, cukup alat bernama JackUp. Batasan laut dangkal adalah kedalaman Seratus meter. Rig jackup merupakan sebuah ponton besar disangga oleh tiga buah kaki yang jangkung. Saat belum digunakan Ponton berfungsi sebagai Tongkang yang menggendong ketiga kakinya. Sesampainya di lokasi baru, kaki ini perlahan didongkrak turun (jack-down) sampai menjejak dasar laut. Lalu perlahan ponton diisi air agar berat masa air ikut membantu kaki melesak kukuh didasar laut. Langkah berikutnya ponton yang sudah berisi air dan perkakas bor didongkrak ke atas sampai berjarak dua puluh lima meter dari permukaan laut. Pada ketinggian tersebut umumnya saat badai gelombang laut tidak mampu mencapai ponton, juga kapal suplai aman berlayar disekitar kaki Rig. Kapal supplai sesuai dengan namanya bertugas mengantarkan bahan makanan, bbm, air tawar, peralatan yang diperlukan untuk pengeboran. Tapi ponton tempat ia magang terlalu kecil untuk memuat semua pekerja rig. Jumlah mereka sampai lima puluh orang. Hanya pekerja yang “on duty” boleh naik ke Rig Bor, sisanya ditempatkan ditongkang lain. Antara Tongkang dengan Rig dihubungkan dengan sebuah jembatan. Saat laut sedang tidak ramah – menggunakan jembatan ini bisa mengandung maut. Salah perhitungan bisa tergelincir masuk laut. Itu sebabnya jembatan ini dinamai sedikit horror Pantura “The Widow Maker” alias pembuat Janda.

Selesai magang di lepas pantai, oleh perusahaannya Bambang dikirim ke pengeboran darat. Ia beruntung mendapat kesempatan menghadiri rapat persiapan pengeboran yang di kenal dengan “Pre-Spud Meeting.” – Spud istilah lain seperti peletakan batu pertama, hanya disini berubah menjadi pemutaran mata bor pertama atau Ground Breaking. Kata SPUD di alih bahasa menjadi “Tajak” – pencangkulan tanah pertama kali. Peserta rapat harus mampu menjawab pertanyaan seputar kesiapan tugas mereka. Jarak antara rapat dengan eksekusi pengeboran umumnya dua pekan, kecuali ada masalah lain yang timbul. Agar semua pihak mendapatkan informasi yang sama, selebaran diedarkan dan butir-butir penting berupa “check-list” ditayangkan melalui proyektor. Check list ini berisikan daftar panjang mengenai persiapan sebelum sumur dibor – misalnya bagaimana dengan persediaan air tawar, persediaan mata bor, persiapan pipa bor.

Diantara daftar panjang ia melihat istilah baru “kandang macan.” Padahal lapangan pengeboran yang akan digarap nyaris cuma seratus meter dari jalur Pantura – di Indramayu yang nota bene berada di pinggiran laut Jawa dan ditengah perkampungan padat penduduk. Sejak jaman Belanda penduduk yang umumnya petani sudah akrab dengan aktivitas pengeboran. Kadang sambil menunggu panen mereka menyambi menjadi pekerja pengeboran. Bukan hal aneh kalau penduduk mendirikan rumah sekitar kepala sumur yang masih aktip berproduksi atau sudah mati. Kepala sumur bentuknya seperti Salib atau PLUS berisikan keran putar untuk buka tutup saluran minyak. Dasar kepala sumur ini berada ditengah lubang dalam yang disebut –cellar- berukuran panjang kali lebar lebar masing masing dua meter dan dalamnya sampai lima meter.

Sumur-sumur yang berumur diatas 30tahun dianggap sudah tidak produktip – sehingga dipensiunkan. Penggantinya berupa sumur “sela” yang dirancang untuk menguras cadangan sisa yang masih belum sempat disedot oleh lubang yang lama. Untuk menambah sumur baru dibutuhkan sebuah rig. Pengeboran. Secara teori sebuah rig menghendaki paling tidak areal tanah lapang seluas 200m x 200m . Namun mengingat mahalnya biaya pembebasan tanah apalagi padat penduduk maka sering terjadi rig yang datang “ngangkang” diatas sumur lama. Jarak antara sumur lama dengan sumur baru biasanya hanya berkisar 6 meter lalu dengan alat pengeboran yang khusus, perlahan lubang dibelokkan menjauhi lubang sumur yang lama sehingga tidak menabrak sumur-sumur lama.

Dari persiapan mengebor sampai selesai akan melibatkan penggunaan alat-alat berat. Ada kemungkinan terjadi kecelakaan misalnya alat membentur kepala sumur lama yang masih berkemampuan menyemburkan minyak. Atau, sialnya, pekerja terpeleset dan terjatuh kedalam lubang galian “cellar ”sedalam 5 meter yang sengaja dibuat mengelilingi setiap sumur. Untuk itulah cellar dengan kepala sumur didalamnya harus di ”kandangin” dengan jeruji besi mirip kandang harimau. Harimau tak bisa lolos, namun orangmasih bisa melongok kedalamnya, terutama mengoperasikan keran atau mencatat tekanan sumur sehingga kalau terjadi gangguan sumur cepat teratasi. Mungkin dari situlah penduduk menyebut kandang macan, sampai sekarang. Sekalipun mahluknya tak pernah nampak.

Mimbar Saputro

Pensiunan Pekerja Minyak

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.