Posted in mudlogging, oil rig, rig pengeboran

Bedah Buku JPPM – AKAMIGAS BALONGAN Kampus II, Indramayu


Ketika berbicara dalam acara Bedah Buku pertama saya Jejak Para Pemburu Minyak, saat acara tanya jawab, biasanya saya minta mahasiswa mNote_bedahbuku_14Jun15aju kedepan – menyebut nama dan pertanyaan. Ini tak lain, membiasakan mereka mengutarakan pendapat didepan temannya dahulu, publik luas kemudian.

Untuk beberapa pertanyaan yang “pribadi” – saya menerima mereka di ruang Dosen, bahkan bagi yang masih malu-malu saya mintakan menulis unek-uneknya pada sehelai kertas.

Pembawa acaranyapun sudah mendekati acara Academi Award, dua MC saling isi mengisi. Mahasiswi SugiXXX katanya Duta Akamigas (Nok Akamigas), tak heran gaya bicaranya sudah seperti presenter yang saya lihat di media masa. Begitu masuk ruang, saat bersalaman denga mahasiswa yang ternyata mereka kuliah Sabtu, Kuliah Minggu, saya tidak mencium bau rokok. Menurut saya sangat luar biasa. Panitia selalu mengenakan seragam Universitas juga hebat sehingga saya harus secara verbal mengatakannya “saya bangga kalau melihat mahasiswa pakai jaket almamaternya..” – Soal makanan dan minuman juga perlu mengomentarinya sebab memang selalu tersedia.

Ketika acara berdiri tegak sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya, saya merinding, sebab semua melakukannya dengan hidmat. Dalam acara bedah bukupun saya membuka dengan perasaan haru, emosional, lalu saya tambahkan – rasanya seperti Indonesia membabat Thailand Lima Kosong dalam Laga Bola – di Seagames (hadirin Grrr).

Saya pikir – misi dan visi kepengurusan tahun ini menghasilkan lulusan yang “prigel” cekatan bergaul. Sebuah jurus kunci keberhasilan manakala berkecimpung didunia lebar kelak.

Yang luar biasa perlu diacungi jempol adalah dalam waktu kurang dari sepekan, mahasiswa ini dengan cermat menyablon notes, banner, baliho, hadiah-hadiah.

Saya sendiri lebih menekankan pada teknik-teknik menDOWNLOAD  “koleksi berita-koleksi bahan tulisan” yang selama ini sudah otomatis disimpan digudang memori. Tinggal kapan diolah, diramu diracik menjadi suguhan yang menghipnotis (Hypnotic Writing).

Saya memberikan contoh bagaimana gaya penulisan yang sifatnya menghipnotis. perhatikan UYA KUYA saat menghipnotis seseorang. Bagaimana ia mengatakan perintah tidur berulang-ulang. Biar segar saya memberi pernyataan – saya tidak suka UYA KUYA yang selalu hadir membawa istrinya, saya tidak suka Deny Cagur karena selalu bawa istri, saya tidak senang Rafi kalau isi acara bawa istri. Karena kebencian kepada mereka bertiga, maka setiap acara saya…bawa istri juga.. (grr)

Mudah-mudahan dari seluruh 60 peserta, kalau ada 10persen saja mengikuti menjadi penulis, mereka tidak perlu menunggu usia 62tahun seperti saya – baru bisa bikin buku.

Akamigas Balongan
14 Juni 2015

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.