Posted in mudlogger, mudlogging

KAMPUS KANDANG UDAN (HUJAN) dimana itu


KAMPUS KANDANG HUJAN

Ketika menjadi pembicara dalam acara Bedah Buku – di kelas Akamigas Balongan, Indramayu pada Minggu 14 Juni 2013 – saya memperkenalkan gaya penulisan yang dikenal Hypnotic Writing. Bukan membuat orang tertidur, melainkan pembaca seperti terpaku ingin cepat-cepat menyelesaikan bacaannya.

Maksudnya agar mahasiswa tertarik mendengarkan penuturan saya, dan tidak mengantuk dengan penuturan saya.

Dalam satu slide saya menulis bahwa tiga pilar penulisan yang menghipnotis bawah sadar pembacanya adalah Observasi, Offer, dan Bukti.

Investasi bodong yang menimpa ratusan nasabah adalah teknik penjualan dengan hipnotis melakukan manipulasi perasaan manusia bahwa kita memang tertarik memperoleh harta dengan cara lenggang-kangkung”. Para MLM-wan dan MLM-wati piawai menyebut – sebagai uang yang bekerja untuk anda.

Lalu saya mengambil contoh, terapi air hujan.

Berpijak dari kenyataan bahwa sakit dinegeri ini adalah barang mewah, andaikan bisa dibantu dengan BPJS maka beberapa penyakit yang keturunan atau yang menahun, tidak bisa disembuhkan dengan mudah.

Agar Mahasiswa tertarik saya mengambil contoh – artikel Laboratorium Hujan di Bunder (Klaten), dari Kompas tanggal 7 Juni 2015.

Langsung saya kutipkan kesaksian Mbah Jelam (57), yang menderita kencing batu sejak remaja. Gara-gara sakit tak sembuh, ia pernah dua kali coba bunuh diri. Ia begitu putus asa sebab sudah 6 kali dibedah untuk dikuras batu ginjalnya, namun setiap akan buang air kecil hanya kesakitan luar biasa yang ia dapat dan air senipun seperti mamet dalam tubuh.

Yang pernah anyang-anyangen saja rasanya sudah menyiksa.

Penyakit mbah Jelam langsung tuntas-tas bukan karena jamu atau obatan – melainkan melakukan terapi minum air hujan dan sudah berlangsung setahun lamanya. Bahkan agar lebih segar lagi – ia menampung air hujan untuk masak, mandi dan kondisinya kesehatannya kini berubah drastis. Padahal rumahnya hanya berlantai tanah.

Lalu (lagi) saya mengutip pertanyaan Yu Karmi (50) tahun. Orang Klaten sehari-hari sebagai Penggaduh (bagi hasil) sapi ini sudah kena sakit Three In One. Tiga penyakit satu atap. Dari gangguan pembuluh Jantung, kencing manis dan Asma.

Karena komplikasi sakitnya Karmi pernah diopname dua kali dalam selang satu bulan. Total ia sudah merasakan menginap di ranjang rumah sakit sebanyak sepuluh kali.

Anak sapi hasil gaduhannya-pun tak sempat besar lantaran keburu dijual buat nebus obat.

Setahun setelah mengonsumsi air hujan yang disetrum, penyakit Karmi tak pernah kambuh, kecuali uang 15 ribu rupiah buat peringan Asmanya.

Ada beberapa kesaksian peminum air setrum seperti rambut gugur yag tumbuh kembali, anak-anak yang kembali gairah belajarnya, disengat Tarantula bisa disembuhkan oleh air setrum sampai seseorang bisa tobat dari Judi.

Buku Tabib Barat – menerangkan bahwa Diabetes bukan sakit yang bisa disembuhkan 100persen. Namun dalam diri kita muncul harapan agar ada obat yang manjur-mujarobat, tanpa rasa pahit bila dikonsumsi, dan murah meriah.

Penulisnya Mawar Kusuma, piawai mengamati fenomena Air Setrum van Klaten sehingga Dusun Bunder, Desa Bandungan, Jatinom Klaten memiliki laboratorium setrum air yang disebut Kampus Kandang Udan.

Saya sendiri tak menyangka akan menemukan pelajaran baru dengan membaca artikel tersebut. Lha wong dari kecil juga minum air hujan, dicampur air Sungai Musi.

Tak salah bila Didi Petet pernah mengatakan kesukaannya mengajar, membagi ilmu sebab almarhum pun belajar dari muridnya. Dalam slide saya tuliskan “Menulis seperti nyiduk sup daging. Kadang ada bonus wortel, kentang, jamur kuping, daun seledri terbawa di sendok kita..”

Pokoknya menulis itu emang secara gimana gitu..

Akamigas Balongan
14 Mei 2015

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.