Posted in Uncategorized

Taxi SIN City


PESAWAT MENGALAMI – DATANG TERLALU AWAL
Menjelang kelahiran putrinya yang kedua – maka putri saya sudah memberi ancer-ancer. Kelahiran sekitar 8-9-10 Juli 2015, Mode Operasi : Sesar , jenis kelamin Putri.

Jaman dulu menentukan jenis kelamin bayi – hanya bisa dilihat pertama oleh Faraji (beranak) yang memberikan pertolongan kelahiran.

Seperti di sinetron selangkangan bayi ditengok, suara Faraji serak dan mengatakan anak perempuan.. Lalu di baca garis tangannya ,,, anak ini bakal menjadi bla bla bla.. Diamini oleh orang tuanya sambil menangis,

Kini teknologi sudah mengubah segalanya.

Saya menggunakan Tiger Air. Ini kali pertama merasakan pesawat Matskapai Singapura itu.

Tidak ada delay di Terminal 2D, semua berjalan lancar, sementara para pimpinan terkait bandara muncul di televisi seakan-akan kebakaran adalah salah JW, Satpam, Listrik semata. Para Pejabat selalu betul..

Ternyata – pesawat ini diumumkan oleh pilotnya Moh Nasir, mengalami kecepatan setengah jam. “The flight 30 minutes ahead of schedule” – Padahal TV sedang gencarnya menceritakan akibat kebakaran KONYOL di terminal 2E maka terjadi penumpukan di 2D dan 2F. Pesawat banyak yang terlambat…

Untungnya yang saya kuatirkan hanyalah salah sangka.

Di Changi saya melihat pemadam kebakaran portable disudut belalai gajah.

Ternyata anak saya dan putrinya sudah datang menjemput kami berdua di T2 Changi. Anya Cucu 2 tahun setengah malahan ketiduran lantaran banyak bermain bersama kedua orang tuanya.

Bandara Changipun masih nampak sepi.

Ada masalah. Saat menumpang taxi – supir menolak mengangkut 4 Dewasa dan satu anak dua tahun. Anya dihitung satu dewasa.

Peraturan Taxi Singapore hanya membolehkan empat penumpang. Yang mereka kuatirkan adalah manakala ada kecelakan, maka supir Taxilah yang akan mendapat hukuman berat karena kelebihan penumpang (sekalipun balita). Dan tidak boleh menggunakan alasan “kemanusiaan”. Seperti yang biasa dijelaskan oleh pejabat kita kalau terjadi kecelakaan moda transportasi

Mendadak – sebuah taxi besar pintu samping (semacam Alphard), datang disamping Taxi Tolak.

Taxi ini memang membolehkan lebih dari 4 penumpang. Tapi yang tidak enaknya – ongkos taxi yang biasanya SIN 18 (bukan 18 dosa), menjadi SIN 30 (bukan 30 dosa).

Taat Peraturan memang resikonya pengeluaran.

Menghitung Hari – Menunggu Cucu7 Juli 2015
Mimbar Saputro

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.