Posted in keluarga

Kentut


Ketika keponakan saya (Sita) melahirkan untuk pertama kali, kami berkesempatan menungguinya di rumah sakit di bilangan Kalimalang.
Sang dokter Kandungan aseli orang Komering (Sumatera Selatan) dan masih tautan famili. Sehingga bisa dibayangkan suasana mirip reuni keluarga sekalipun sang Ibu masih nampak terisak. Maksudnya berfoto ria-sudah seperti ritual.
Terjadi dialog – apakah Sita akan melahirkan  ala C-section atau tidak..
Sita – keukeuh kepingin lewat jalur Normal. Merasakan sakitnya jadi seorang ibu, katanya.

Dokter Marzuki dengan kalem  hanya menjawab dalam bahasa Palembang..

Nak Lewat pinggir Pacak (bisa), nak lewat Bawah Jugo Pacak.. “- terjemahannya mau lewat sesar maupun normal semua bisa.. Yang pokok, bayi sehat juga ibunya..

Lalu perut Sita diraba- dan ia menggeleng kepala..

“Dak Pacak(nggak bisa)..musti di bedah… ” – posisi kepala bayi perempuan ini sudah miring kesana-miring kemari-tralala.

Maka dalam waktu satu jam, keluarlah jabang bayi perempuan dengan berat 3,2 kilogram, Panjang 48cm..

WA keluarga mulai ramai dengan komentar, doa di WA.. Dan semoga Tuhan juga punya WA dan sempat membaca status kami di Fb dan WA.. Maklum – dulu berdoa cukup di hati.. sekarang harus melalui WEA atau BBM atau FaceBook.

Satu status menulis ucapan selamat..

Wah Empat kilo, besar juga.. Selamat ya..-

Lho kok empat kilo sih.. Itu bayi atau Akua Gallon..

Buru-buru WA kami jawab terkoreksi – Woi sodara-sodara bobotnya 3,2 kilogram yang betul..

Ternyata, beberapa pesan masih menyertakan angka 4,0 kilo. Ternyata (lagi) budaya copy paste memang sudah kronis.. Berita entah benar atau salah – langsung disebarkan..Zonder dibaca.

WA dijawab 3,2 kilo bukan 4,0 kilo…! (ngambek)
Dijawab lagi ” kalau beda-beda tipis – jamak lah..”
Ini status atau lelang pasar Ikan..

Saya embahnya lantas mengubah cara penulisan simbol menjadi hurup…

Bayi Perempuan Beratnya Tigo Kilo Duo Mato (bahasa Palembang Mato=ons).

Nampaknya pesan saya segera dimaklumi dan tak ada salah tulis lagi.

KENTUT
Biasanya pasien pasca operasi baru boleh makan atau minum setelah bisa kentut.. Umumnya dibantu dengan distimulasi dengan suntikan yang baunya minta ampun..

Mujarobat – begitu Sita disuntik obat kentut.. tidak lama terdengar suara dut dut dut.. seperti berasal dari orang dewasa.

Nenek yang harusnya merasa senang kai ini nampak Gusar.. Yang membuat naik pitam pasalnya suara berasal dari Kakeknya yang kena transfer ilmu pindah raga..

Sita sendiri masih plompang plompong belum mau keluar suara dut..
Kalimalang 10 Sep 2015

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.