Posted in Uncategorised

Wisata Kereta


WISATA KERETA..

Hari Libur bagi pensiunan macam saya ya nggak ngaruh.. libur melulu… Dunia minyak masih menahan tangis..

Tetapi cucu Anya dan Nara ..tidak demikian. Mereka masih butuh interaksi dengan dunia diluar. Bukan cuma dengan orang tua, kakek neneknya, dan aisten rumah tangga mbak Tini.

Maka sedikit berdebar ketika saya diajak – berdarmawisata- ke Airport. Bukan akan melihat “wawat” pesawat bermanuver naik dan turun. Lalu dadah-dadah saat pesawat lepas landas.. Atau saat beruntung berada dipesawat ketika mendarat dengan mulus kami masih bertepuk tangan (ini cerita Jadul).

Yang bikin deg-deg plus, kami menggunakan gabungan LRT dan MRT sehingga terbayang harus pindah beberapa stasiun dengan cepat. Yang bikin plus-plus-deg, ya sudah kali keberapa kemari, masih saja status ilmu saya pada level “Kali Inget, banyakan Kagak..”

RUTE- (NEL-CL-EWL)
Kalau anda masih cinta MejikuHibiniu – maka inilah cara saya menghapal rute.

Dari Kadaloor naik LRT ke Punggol. Turun ke bawah tanah, ambil MRT yang disebut jalur NEL (North East Line), bagi yang misalnya buta aksaramereka dipandu dengan pengenalan warna misalnya UNGU.

Saya lihat di catatan saya lagi, dalam perjalanan kereta jalur NEL, kami turun di setasiun SERANGOON.. untuk ganti jalur KUNING namanya CIRCLE LINE..Platform A.

Kami akan melewati Bartley-TaiSeng-MacPherson- dan Paya Lebar. Disini saya harus “njedul” dari perut bumi menghirup udara..Lalu melakukan sedikit olah raga kaki, dan naik lift lagi ke jalur HIJAU yang namanya EAST WEST LINE (Pasir Ris-JoKoon).

JALUR TAKSAKA
Jalur EWL – rel kereta apinya persis yang seperti dilewati Taksaka, artinya sepasang besi utuh. Keretanya agak endut-endutan sebab dengan kondisi Rel tergolong Tua, mereka harus melambatkan kecepatan dibeberapa ruas.

Dari Paya Lebar – setelah melewati Eunos-Kembangan-Bedok-TanahMerah..Kami turun di TanahMerah. Cari Platform 3, dan tunggu kereta MRT yang menuju ke Changi.. Kereta ini stop over di Changi Expo.

Di PayaLebar – anda bisa melihat para pekerja wanita – berkumpul – berlibur di tanah lapang, persis macam di Orchard Road.

Total waktu sekitar 90menit, memang ada sensasi sendiri karena Gonta-Ganti MRT dan LIFT (OrangTua dan Bayi kudu naik Lift).. Sensasi lain kok ya kalau pergi sendiri tetep nggak pinter-pinter..

SUPER MEGA MAL

Tiga terminal besar lalu digabungkan jadi satu T1,T2,T3 maka jadilah airport sekaligus Mega Mall – terutama arena bermain anak-anak dan apalagi kalau bukan makan siang. Jadi boleh dibilang – asap memang sudah meneror seluruh negeri – tapi iklan Airport diam-diam bilang – “kalau anda kemari- udara AC sudah difilter dari asap..”

Saya kebetulan butuh CD, sebuah piringan yang bakal mudah super gampang anda ketemukan di tukang fotocopy Bekasi..

Tetapi hermannya (heran nian) saya hanya mendapatkan angkat bahu sebagai jawab atas pertanyaan saya “do you have blank CD” – masih dengan mempersatukan jempol dan telunjuk membentuk bulatan. Sial bener.

TIDAK ASAL MASAK TIDAK ASAL MAHAL
Bandara sudah kondang di otak saya – SING-PENTING masakannya… – Maksudnya Sing Penting Mahal… dan Sing Penting Hidangkan seadanya..Coba – pernah pesan Nasi Rawon cuma koyoran daging dan kuah encer zonder sayur.. Itu Rawon Bandara dengan rasa asin menggigit.

Tapi ini lain..

Entah bagaimana caranya mereka mengatur – makanan di Bandara tidak terkesan asal masak dan celakanya Asal Mahal..pisan..

Makanan disini cita rasanya sama dengan makanan diluaran sono (non Bandara) dan harganya juga harga makanan diluar sono (kata yang mbayari)..

Sayang – Anya sedikit “ngadat” ketika diberi kentang goreng. Ia memilih bermain, apalagi bisa menggocek eyangnya.. Dia sudah seperti mendevelop gaya sepak bola.. Mata melihat ke kiri, bergerak beberapa langkah kekiri – saat saya menghadangnya dia sudah nggeblas ke kanan sambil ngakak. Dasar cucu..Bikin gemes..

Tetapi Anya telab-teleb ketika disodori Donat – yang hampir saya pikir dibuat dari spon pupur – saking lunak nya.

Catatan Bego saya bertambah.. Karena gonta ganti Lift, jadi punya kebiasaan menahan pintu lift agar kereta dorong bayi bisa lewat seandainya pintu lift menutup. Eh latah, pintu MRT dikira Lift lalu mau saya tahan.. Untung segera sadar kekeliruan….

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s