Posted in Uncategorised

Prosotan


Di T-2 Changi sementara cucu saya bermain dengan orang tuanya – sebuah pendidikan “antri” diperlihatkan pada satu arena permainan “prosotan” atau sliding tunnel. Perlu keberanian extra sebab prosotan ini dari lantai 2 dan mendarat empuk di lantai 1.

Tanpa berdesakan atau saling serobot, anak-anak menunggu giliran. Kalau lampu hijau menyala maka seorang anak akan memasuki ruang prosotan dan merosot secepat bisa sebab antrean masih cukup panjang. Selama lampu merah menyala itu berarti nun di bawah sana masih ada teman lainnya belum keluar terowongan.

Saya menunggu barangkali ada saja diantara mereka yang “degil” lantas nyeleneh. Misalnya sudah masuk platform, tapi balik lagi, takut..  Atau menyerobot antrean.

Sementara belum ada..

Mendadak lengan saya di-towel.. Seorang ibu muda – sepertiny warga Thai- dengan dua anak lelaki tanya sama saya…

“Tiket (prosotan) beli dimana?…”

Saya ya hanya menjawab “free ride, just queu up there” – “Gratis kok, asal antre saja..”

Eh tiga anak beranak ini kok cuma mbegegek…Kemudian menjauh..

Ternyata si sulung menolak prosotan gratis… Maunya prosotan yang bayar..

Ya uwisss… Yang tadi ini pameran anak apa ya… kok menolak gratisan

Mid Autum Festival/Minggu/27 Sep 2015
Changi T-2

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s