Posted in Uncategorized

Durian Musang bukan lantaran keluar dari perut Pemakan Kopi


durian_musangvsd24Kopi Musang Luwak – sudah terkenal seantero bawana sehingga beberapa situs Goggle ada yang mempertanyakan keberadaannya. Myth or Facts. Cilakanya guna membendung daya bongkar kopi ini … beberapa Ulama bilang “makanan ilegal”.

Tapi Durian Musang – alias Rajah Musang yang saat ini menduduki posisi sebagai durian terbaik – jelas bukan hasil “lepehan-jalan belakang” oleh sang Musang sekalipun sudah pakai Titel Raja di depan namanya. Posisi ini mendesak Durian Sultan D-24 harus puas di anak tangga ke dua (2007).

Situs Blog JohorKaki – menyebut bahwa nama Musang diambil dari sentra durian di sebuah kota Gua Musang di Kelantan-Malaysia. Situs Wikipedia menyebut nama ini “Alkisah Jaman Dulu Kala” sebagai peringatan kepada para pemburu binatang membabi buta membunuhi segala mahluk di hutan tanpa tebang pilih. Ini yang membuat Raja Jin Musang penghuni gua murka sehingga mendatangkan badai dahsyat membuat  mereka berteduh di depan sebuah Gua..

Mendadak ratusan Musang keluar dari dalam  Gua sambil mencuri Panah dan Busur mereka. Sejak itu Goa tak bernama tersebut dinamakan Gua (raja) Musang.

Seperti pemburu yang dicuri alat berburu – maka hati Pelancong dicuri agar  kepingin datang ke kota ini.

Di tambah dengan keahlian pedagang memberi nama Durian mereka Raja Musang  – atau Mau Shan Wang (MouSanG) – maka Kelantan, Malaysia selalu menjadi pusat durian.

Sebetulnya soal durian musang, kita sering temui oleh abang Pikul di Citayam, hanya dari dulu – si Abang yang menjualnya datar-datar saja.. Padahal perlu juga Persamaan kalimat Hiperbolik.

“Ngomong Manis -deh.. (durian) Tembaga Punya karena warnanya cerah keemasan seperti  Tembaga baru di gali, bijinya bisa keliru dengan uang Gobang Belanda karena tipisnya, buahnya yang tebal dan lebih banyak “Pahit-pahit kearah Johny Walker” kalau dirasa-rasa. ”

Padahal pedagang kita butuh cerita mitos.. agar dagangannya bisa menarik perhatian.. Walaupun usaha kearah situ sudah ada. Misalnya Kopi Durian Musang..

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s