Posted in coriolis

Coriolis dan Constant Volume Degasser


MUDLOGGING DEGASSER
MUDLOGGING DEGASSER – STANDARD
Tipe ini dinamakan
Tipe ini dinamakan “Si Bocah Miskin” alias Poor Boy System..
Menggunakan Sistem Pedal..
Menggunakan Sistem Pedal..
Gabungan Koriolis dengan Gas Detector
Gabungan Koriolis dengan Gas Detector
cvgt
Degasser “Non Standard” Dipakai untuk lokasi yang sulit dicapai oleh alat degasser standard.

Diantara kelesuan dunia minyak termasuk didalamnya dunia Mudlogging (2015), kok ujug-ujug

Selalu dipasang 24jam tanpa henti..
Degasser MudLogger -Selalu dipasang 24jam tanpa henti..

mendadak saya dihubungi kerabat. Mereka sibuk membuat “tender” yang spesifikasinya menyebutkan beberapa peralatan EXTRA – yaitu Constant Volume Degasser (CVGT) dan Coriolis. Saya tentunya senang sekali mendengarnya – kendati sedikit was-was, pertama ada kecenderunganproyek di Indonesia ini Gagah Perkasa Kuat Finansial.. Tapi seperti mercon terbang.. hanya sebentar berasap lalu ada kata  anti klimax… PENDING bin Sampai ada pemberitahuan lebih lanjut..

Kendati saya tidak terlibat dalam pekerjaan tersebut, tetapi sekedar mengingatkan bahwa pekerjaan yang ditawarkan ini berkelas High Profile sebab mensyaratkan agar memiliki seperangkat alat nama Coriolis – Early Kick Detection dan Constant Volume Degasser.

Untuk perusahaan non PMA, terpaksa saya katakan bahwa di Amerika sendiri pekerjaan ini disebut sebagai 80-Grand Tool untuk Coriolis EKD, sementara untuk GasTrap Constant Volume akan berkisar sekitar 15-Grand Tools. Belum lagi OilCompany selalu meminta ada satu atau dua set sebagai backup.

Namanya alat canggih – kedua mahluk  inipun menghendaki maintenance dan penggantian suku cadang yang rutin dan terbilang mahal. Tapi itu urusan yang mau ikut tender. Saya hanya kepingin urun saran.. Bagi yang masih belum “Ngeh” Coriolis itu apaan dan mengapa ada yang berharga 80 ribu dollar dan ada yang 10 ribu dollar..

Memasang Coriolis – membutuhkan Study, Pipe Work , pemilihan Ukuran yang rumitnya bak bikin jam tangan. Salah ukur sedikit saja, alat akan bertingkah luar biasa. Disamping butuh operator yang terlatih.

MUDLOGGING DEGASSER dengan RIG DEGASSER

Di Rig ada dua tipe degasser yang prinsip kerjanya adalah sama yaitu membuang gas dari dalam lubang. Degasser pertama adalah milik Rig yang namanya Poor Boy Degasser, dan Degasser kedua bernama CVDG (Constant Volume Degasser). Rig Pengeboran akan menghidupkan Degasser ini dengan cara memompakan sebagian lumpur balik yang mengandung gas-alam kedalam satu bejana berbentuk silinder. Gas dimasukkan dari atas silinder – akan melalui filter-filter semacam filter AC sehingga lumbur seperti bergolak kecil dan alirannya diperlambat saat menabrak filter. Saat menabrak filter maka diharapkan gas-gas mulai melepaskan diri. Beberapa filter dengan ukuran berbeda dipasang dalam tabung sehingga lumpur yang tercemar sudah suci untuk dipakai ulang. Rig umumnya menjalankan degasser dalam kejadian.

Picture1
Skema Rig Degasser, memisahkan gas dari lumpur bor seandainya terjadi Kick

Terjadi sumur kick. Aliran gas atau air asin atau air tawar yang terlanjur menendang masuk kedalam lubang bor -dipompakan secara minimalis kecepatan pompanya agar tidak merusak formasi lubang, lalu gas dialirkan kedalam degasser.
Tidak terjadi kick – tetapi sumur banyak mengandung gas sehingga harus dibuang dari lumpur.
Mengganti lumpur atau menaikkan berat lumpur

MUDLOGGING Degasser –  milik mudlogging.

Secara bentuk dan ukuran, milik mudlogger jauh lebih kecil, prinsip kerjanya tidak memperlambat aliran lumpur dengan cara menjatuhkan lumpur ke ayakan gas – melainkan mengaduk langsung lumpurnya dan menghisapnya gas kedalam laboratorium mudlogging untuk dianalisa secara chromatography.

Peralatan “standar” umumnya berupa pipa silinder dilengkapi lubang ventilasi udara – diberi tangkai untuk “pegangan” alat saat rendam seperempat bagian tabung kedalam lumpur di flowline atau di header box. Header Box adalah wadah penampungan sementara lumpur yang dipompakan keatas, keluar lubang bor lalu mengalir melalui talang. Talang dipasang secara miring sehingga lumpur mengalir melalui efek gravitasi dengan sendirinya kedalam sebuah kotak yang diberi nama Header Box, kadang possum bellly.

Pemilihan merendam Mudlogging Degasser – karena disana lumpur sudah mulai sudah pelan jalannya. Lumpur yang pelan jalannya ini sangat ideal untuk sebuah mudlogging degasser. Di dalam degasser berventilasi ini sudah terpasang pula motor dengan tangkai yang diujungnya ada sendok pengaduk. Lumpur yang keburu terperangkap dalam silinder berventilasi tadi kalau diaduk akan menyebabkan sebagian gas yang semula terlarut didalamnya – lalu keluar.

Tapi gas tidak bisa kemana-mana keburu terperangkap dalam ruang tertutup kecuali menerobos ventilasi kecil. Sebelum gas terbuang melalui ventilasi, mudlogger memasukkan selang yang sudah terhubung dengan pompa vacum (hisap) sehingga gas bebas bisa terhisap, termasuk udara segar yang ikut terhisap kedalam alat analisa gas mudlogger .

Tugas mudlogger yang tidak habis-habisnya adalah mengkondisikan posisi degasser agar pada level yang sama. Maksudnya campuran gas dan angin yang masuk kedalam alat analisa gas konstan dan terpercaya. Tapi didunia nyata, aliran lumpur yang dipompakan kerapkali berubah dan efeknya level lumpur noak-naik sehingga tugas mudlogger terkadang banyak habis di atur mengatur posisi. Dan tugas ini tidak bisa diserahkan kepda pihak lain karena butuh “feel”.

Umumnya level dalam headerbox atau possum belly akan naik atau turun bila

Jelas – bila driller mengganti kecepatan pompa
Salah satu pintu lumpur di shale shaker dibuka tutup sehingga lumpur kadang menggenang-kadang surut.
Rontokan serta potongan batuan – cutting- sudah menumpuk didasar HeaderBox sehingga menutup tabung degasser dan pasokan lumpur terhenti
Baut pemegang tabung kendor sehingga tabung melorot bebas kedalam lumpur (tenggelam). Suasana di shale shaker kalau saat mengebor asalah getaran keras..
Mudlogging Constant Volume De-Gasser

Karena gangguan diatas, para ahli mudlogging berfikir keras – dan mereka memperkenalkan teknik “NgeGas” yang pada prinsipnya adalah menyedot lumpur dari header box dan mengaduk lumpur dalam tabung tertentu yang lokasinya tidak kudu didalam lumpur. Bisa diatas tangki lumpur sehingga alat mudah dilihat. Saya pernah terbantu dengan alat ini ketika kami bekerja pada rig yang tidak “mudlogger friendly” ruangan terlalu sempit, dengan shale shaker dibawah dek sedemikian rupa sehingga tangkai pemegang degasser tidak bisa dimasukkan sempurnya (panjangnya kadang 1 meter).

Secara prinsip – lumpur kita pompa, dimasukkan kedalam degasser secara diberi tekanan sehingga lumpur yang keluar membentuk “salju” kata tukang cuci mobil. Karena sudah berbentuk kabut lumpur hitam, otomatis gas akan keluar zonder diaduk. Selama pompa hisap dan tekan milik mudlogger bekerja baik maka pembacaan gas boleh dipercaya. Pompa hisap yang kami pakai kecuali ukurannya besar kalau dilihat-lihat mirip pompa gelembung udara akuarium. Perusahaan mudlogging BHI, menambahkan peralatan peralatan Coriolis buatan Krohne – sehingga mampu membaca Berat Lumpur dan Suhu Lumpur secara realtime.

CORIOLIS UNTUK “WellKick” EARLY WARNING SYSTEM.

Sistem Tradisionil

Company Man dan Mud Engineer butuh data lumpur In (bersih, dipompakan masuk ke lubang) dan lumpur out (kotor). Data yang dibutuhkan adalah debit lumpur, berat jenis lumpur in dan out sebagai data utama untuk menedeteksi kemungkinan gangguan pengeboran seperti loss, kick atau lubang rontok atau dasar lubang masih kotor.

Petugas Rig bernama Derrick Man biasanya yang mengambil contoh lumpur setiap jam, mengukur berat jenis dan viskositas. Untuk debit lumpur, driller menggunakan pump counter ya

Contoh Pemasangan Coriolis di Pompa Lumpur, satu set Coriolis untuk satu pompa.
Contoh Pemasangan Coriolis di Pompa Lumpur, satu set Coriolis untuk satu pompa.
Coriolis Out
Coriolis Out

ng bila dikalikan dengan Ouput pompa dapat menghasilkan harga debit lumpur setiap menitnya. Untuk debit lumpur keluar, alat yang dipakai berbeda, mereka menggunakan semacam sendok bebek yang dipasang di talang lumpur (flowline), bila sendok bebek dengan pegas ini didorong oleh aliran, sebuah potensiometer mengantarkan signal.

DUA MAHLUK BERBEDA – MENGUKUR CAIRAN YANG SAMA

Disinilah terjadi keunikan, dua alat berbeda untuk mengukur parameter yang sama – debit lumpur masuk diukur dengan cara dihitung secara volumetris sementara debit lumpur yang keluar di-ukur dengan tenaga dorong lumpur ke potensiometer yang terdapat dalam pedal sendok bebek. Keunikan lain, pompa lumpur masuk ukurannya adalah bergaris tengah lima inchi, sementara lumpur keluar umumnya talang besar yang dimiringkan sehingga secara gravitasi lumpur mengalir menuju Tangki penampungan. Ada delay pengukuran, kesalahan manusiawi dan yang jelas alat sensor yang berbeda pronsip pengukurannya.

MAGNETIC FLOWMETER – Magnetic Flowmeter – mengambil prinsip Faraday – bahwa bila suatu medan magnet dilewati benda yang konduktip, makaakan terjadi gangguan medan magnit. Bila benda tersebut adalah lumpur, maka magnetic flowmeter akan bereaksi sesuai dengan kecepatan aliran sumur melewati alat tersebut. Alat ini bisa depercaya akurasinya. Satu alat dipasang di pompa masuk (MagFlo In) dan yang lain dipasang di Flowline Lumpur Keluar (Mag Flow Out). Namun alat ini tak lepas dari kekurangan, ia tidak bereaksi terhadap lumpur non-conductive seperti lumpur minyak.

CORIOLIS – mengambil prinsip Coriolis, bila dua pipa dilewati aliran lumpur maka pipa akan bergetar dan memanjang. Prinsip ini dianalogikan dengan selag pemadam kebakaran, bila air dipompakan secara cepat maka selang akan bergetar dan menegang. Ketika aliran air lemah maka getarannyapun melemah.

Kesimpulan
1. Corolis dalam pengeboran – mampu mendeteksi delta flow (in-out) sehingga setiap penyimpangan harus disikapi sebagai indikasi kick  (sumur banjir), atau hilang lumpur (sumur kering).

2. Saat drilling – maka kick yang kerap terjadi adalah “making a connection” – sebab akibat pompa lumpur dimatikan – berat jenis efektip (dinamis) lumpur kembali ke berat jenis statis, situasi rawan ini dapat dideteksi oleh Coriolis dengan adanya aliran keluar sekalipun pompa sudah di stop. Plot connection profile, digabungkan dengan plot connection profile pada trip tank monitoring akan ssangat membantu company man mendeteksi kick atau loss.

 

 

Two tube will vibrate when fluid passing tru.. From Norman Jason ..ZaxxonInstruments
Two tube will vibrate when fluid passing tru..
From Norman Jason ..ZaxxonInstruments
Courtesy Norman Jason - ZaxxonInstruments
Nah ini Coriolis untuk keperluan Early Kick Detection..Courtesy Norman Jason – ZaxxonInstruments

The pictures here is not-mine. I downloaded from Jason Norman (ZaxxonInstrumens) after getting permission from him….

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.