Posted in Uncategorized

TIADA HARI TANPA BERUANG (DAN MENJADI BERUANG)


Anya – cucu saya – sangat menyukai tontonan di YouTube – MARSHA and The Bear. Sebuah persahabatan antara anak perempuan berponi dan jahil dengan bekas beruang Sirkus yang sabar.

Lupakan bahwa animasi ini dalam bahasa Rusia Ngelotok, termasuk tulisan-tulisan dalam filem. Semua tokoh dengan ciamik memainkan peranan ala pantomim termasuk Bear. Hanya Marsha si gadis kecil yang bicara, saudara Marsha dan Father Frost (ini cuma muncul sekali – sebagai Santa Klaus).

Begitu Jreng – sang orang tua ke kantor, sekitar jam 08:00 maka eng-ing-eng Anya sudha kasih order “mamasha and thebear” – dan uniknya dia tidak pernah bosan menontonnya sampai kelak orang tuanya datang pukul 8:00 malam.

Anya juga sungguh paham – ada satu orang yang kadang ikut memerankan jadi beruang tua… Saya-kakeknya.

Kalau kami berpisah sekitar dua atau tiga bulan, untuk menggugah ingatan Anya akan saya – cukup dikatakan sandi “EyanPa” – dan wajah Anya akan senyum sambil teriak “Mamasha and the bear”..

RECIPE FOR DISASTER

Filem MNTB ini beredar di Youtube rata-rata satu sesi 6 menit, terdiri dari 51 sesi. Sesi yang paling banyak ditonton telah didubbing ke bahasa Inggris/Indonesia – yaitu “Recipe for Disaster” – menceritakan bagaimana Bear hendak bersantai bermain Catur Rusia dengan lawannya ya dirinya sendiri.

Maksudnya baik dengan Sotoynya Masha membuat adonan bubur dengan menghabiskan seluruh persediaan bahan makanan dirumah sang Bear.. Tidak disadarinya adonan bubur mulai melar, mengembang. Ada adegan – Marsha mencelupkan jarinya mencicipi bubur masakan buatannya sendiri.

Anya cucu saya melihat adegan ini dengan baik. Ketika bermain di taman, lantaran semalam huna deras, ia melihat air menggenang di tempat bermain. Genangan air disapunya agar cepat kering, tetapi saya “kecolongan” – ketika ia memasukkan jari-jari kemulutnya lalu berpantomim seperti Chef Juna kalau memuji masakan peserta yang cocok dilidahnya.

Episode lain adalah “Laundry Day” – bocah Marsha bolak balik kecemplung comberan, atau ketumpahan makanan sampai semua baju habis dicuci. Sambil mencuci baju dan menjahitkan baju baru, Marsha dimandikan dibawah pancuran air… Ada adegan mulutnya menganga menadah tetesan air.

PANON HIDEUNG

Ada kisah sang Bear jatuh hati dan patah hati lantaran ditolak cintanya oleh Bear betina. Bear merayu dengan petikan gitar lagu rakyat Rusia yang “ngeplek” – lagu Panon Hideung kita…hik.. Si Bear betina lebih suka lagu NgeRock…

Beruang yang dikenal dialam bisa patah hati sampai bunuh diri, disini digambarkan menjadi “ngelokro – lantas memakan semua Madu, Makanan yang ada di mesin pendingin sampai habis..” – Marsha menyelamatkan nyawanya dengan mengajarinya lagu rock.. Awal mulanya permainan Rok berjalan seru tetapi – lagi-lagi saat hot-hotnya, Bear mementil lagu Panon Hideung… Jadi gagal semua acara percomblangan..

Mungkin Beruang perempuan kuatir – kalau dia jatuh Cinta kemudian lagu Panon Hideung di klaim negara di luar Rusia, maka bisa keblelibet hukum internasional.

ASLINYA TEMA CERITA MADU DIBALAS SALAK (anjing)

Menurut Wikipedia, filem ini dikembangkan dari cerita rakyat Rusia. Seorang gadis tersesat di hutan lalu berteduh di rumah yang ia temui – ternyata pemiliknya seekor Beruang. Masha kemudian dijadikan pembantunya. Satu saat kangen dengan Neneknya lalu beralasan ke desa untuk memberikan Kue kesukaan Neneknya. Beruang tidak setuju, ia cuma kuatir Marsha akan tersesat di hutan dan nasibnya bisa lebih buruk, Akhirnya disepakati Beruang yang akan mengantarkan kue ke desa. Tanpa diketahui Beruang, masha bersembunyi dibawah keranjang Kue… Setiap beruang hendak mencoba kue, Marsha berteriak seakan-akan dia melihat dari jarak jauh… “Jangan makan Kue-ku itu untuk Nenek..”

Sesampainya didesa Marsha, Beruang dibuat tunggang langgang oleh Anjing penjaga milik neneknya sehingga keranjang jatuh tanpa sempat diserahkan kepada Nenek.. Disitulah Marsha ditemukan..

Dalam satu episode – ada kilas balik Bear digigit anjing…(filem hitam putih).

Gara-gara MNTB, maka Sophia dan Frozen harus terima nasib masuk kardus…T

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.