Posted in rumah makan

“DOKOH” di RM Padang KW


Siang itu kami memasuki sebuah rumah makan Padang yang mangkal di depan pasar Grogol- Jakarta Barat. Saya menyebut rumah makan padang ini sebagai “KW” namun soal rasa boleh dipertandingkan.

Di rumah makan ini semua istilah berubah menjadi “kejawen” seperti Gule (bukan Gulai)  Kikil dan nambah nasi menjadi “seKulipun setunggal malih.”

Sebentar saja piringh demi piring sudah berpindah ke perut kami. Awalnya saya makan dengan pelan – namun tak terasa  Satu piring nasi sudah amblas.

Kalau sudah demikian saya  berada disimpang ragu  “nambah atau nambah lagi..” – dan selalu berakhir “tambah sepiring nasi lagi..”

ADA KETIDAK BERESAN DALAM MASAKAN

Setelah nasi kedua. Glek saya berhenti menyuap..setelah sadar  ada “ketidak beresan” dalam masakan favorit saya..

“Gulai Hati dan Jantung ayam ” tidak nampak dalam deretan masakan.

Harap maklum – masakan ini biasanya  disembunyikan, hanya disuguhkan kalau kita minta.

Saat pelayan mengasongkan masakan Hatio dan Jantung berbalut usus itu – saya dengar mas pelayan berbaju batik – senyum senyum usil ….

“Wah dokoh maemme…” – bahasa terjemahannya makannya kRakus kRakus…

DOKOH=makan lahap

Mimbar Bambang Saputro
Mei 201613103314_10207894489533168_9038158711002742887_n

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.