Posted in belanda

EREVELD (Belanda) & Djakarta Cemetary War (Sekutu)


13102764_10207941341664442_7490313012214150004_n

Koeboeran Belanda ini sering disebut dalam bahasa sono sebagai Ereveld – terletak di Menteng Pulo, dan menjadi pemandangan tersendiri bagi anda yang saat chekin beruntung mendapat “jackpot” berupa kamar dengan view pemakaman tertata rapih. Dan itu yang terjadi pada saya 7 Mei 16. Dan Waze menunjukkan ada lokasi yang dinamakan Ereveld Menteng Pulo untuk Belanda dan The Djakarta Cemetary War untuk Tentara Sekutu.

Saya berselancar dan mendapat informasi darei tulisan para blogger bahwa anda harus mendapat ijin khusus dari Yayasan Makam Belanda (Oorlog Graven Stichting) yang berada di bawah naungan Kedubes Belanda. Tempat ini tidak terbuka uintuk umum. Jadi jangan coba-coba bawa fotographer mau Pre-Wed disini..

JENDRAL SPOOR (AGRESI I dan II)

Salah satu tokoh yang dimakamkan disini adalah Jendral SPOOR – ia ditugaskan untuk mengembalikan Indonesia kembali menjadi milik Belanda – pikir mereka Jepang kan kalah perang karena di Bom Atom oleh Sekutu.

Setelah cuti selama tiga tahun setengah, mereka akan ambil kembali miliknya. Tetapi Indonesia memilih merdeka sehingga perlu dilakukan tindakan represif oleh Sekutu yang dikenal – Agresi Militer I dan II pada 1947-1948.

Selama di Indonesia – Jendral ini mendapat informasi dari anakbuahnya  yang bernama Rob Aernout – bahwa saat Sekutu masuk ke Indonesia (Agresi Militer), para jendral berdagang narkoba (opium) yang diselundupkan  didalam senjata yang diimpor. Laporan SPOOR berdasarkan laporan KPK-Belanda Rob Aernout ke pemerintahan pusat yang membuat gusar kalangan militer.

Saat acara makan syukuran atas promosinya pada 20 Mei 1949 Spoor duduk satu meja dengan ajudan dan seorang pendeta sahabatnya. Di satu tempat di Tanjung Priuk.

Habis makan siang – mendadak mereka  tersungkur , Spoor sempat koma lima hari, lalu meninggal dunia. Pendeta  langsung dibawa ke Belanda dan bisa pulih kembali. Ajudan sempat koma namun cerita nasib selanjutnya tidak diketahui secara pasti.

Bagaimana dengan dengan nasib “KPK- Rob Aernout” orang kepercayaannya – mengapa tidak diundang acara Syukuran. Rupanya  dia sudah tidak sempat melihat matahari Lembang  setahun sebelum kejadian Tanjung Priok, tepatnya pada 28 February 1948  rumahnya di Desa Genteng, Jayagiri Lembang, disatroni tim asasin  kelompok  Pak Satoe untuk menghabisi nyawanya. Letak makamnya tidak diketahui secara jelas.

Lantas ada makam MARIUS CRANS, seorang Letnan KNIL yang kemampuannya mirip Snouck Hurgronje.. Mempelajadi adat istiadat, kebiasaan bangsa jajahan, dan tentunya bagaimana memanfaatkannya. Dua tokoh ini sepertinya menjadi semacam LandMark makam ini.

KOMPLEK MAKAM LAIN

Lalu ada makam Jendral Mallaby yang terbunuh dalam konflik bersenjata di Soerabaja dekat Jembatan Merah. Namun lantaran ia orang Britania maka Panglima  ini dimakamkan di komplek lain “The Djakarta War Cemetery”, letaknya berdekatan. Lha saya ya baru tahu sekarang.. Maklum bukan cuma kurang Piknik tapi juga kurang bawa dodol. 

Komplek Ereveld ini luasnya hampir 30 ribu meter persegi ini, biasanya ramai dikunjungi pada 14 Mei dan 15 Agustus..

Tanggal 14 Mei diperingati sebagai Invasi Jerman ke Belanda sedangkan 15 Agustus diperingati sebagai akhir Perang Dunia.

Foto yang saya ambil dari balik hotel dan balik kaca yang buram, adalah Gereja Simultan (Simultaankerk). Disini ada unsur Nasrani, Islam, Sinagog, Klenteng.

Salah satu  Salibnya diambil dari bantalan kayu kereta Api bersejarah (ingat filem the Bridge of River Kway).

Untuk memasuki gereja – para blogger yang pernah menuliskan makam ini  mengatakan mereka harus menarik Lonceng “teng..teng..”- ini semacam kebiasaan..

Menurut Merdeka.com – Kalau malam hari – dan entah kenapa – komplek makam sudah ditutup. Tapi manakala ada angin menderu – lonceng ikut berbunyi kadang lima kali, kadang sampai tujuh kali..

Teng… (uka-uka mode on)

(Bahan diambil dari para Blog Traveler dan Situs DKI)
Mudah-mudahan saya bisa datang sendiri kesana..

@mimbar

Mei2016

 

 

 

 

 

 

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.