Posted in singapore, singapura

Ketika Singapura tersinggung dengan sebutan Helikopter-Cina


Buku Kamus terkenal – Oxford Dictionary of English (OED) yang terbaru telah memasukkan bahasa gaul dikalangan anak muda Singapura.

Beberapa entry umumnya berasal dari bahasa kuliner seperti ..Lepak (hang out), shiok (asyik, cool). Namun ada satu entry yang membuat sementara orang blingsatan yaitu “Chinese Helicopter” – sampai sampai ada petisi meminta kata tersebut tersebut dihapus dari Kamus.

Alkisah dahulu kala seorang Sersan Inggris kesukaran komunikasi dengan serdadu kebangsaan Singapura. Bangsa Inggris susah mengartikan dialek cadel hokian English.

Bahasa Inggris dengan dialek khusus ini kemudian dikenal sebagai “chinese helicopter”. Sebetulnya yang dimaksud adalah “chinese educated..”- orang yang sekolah berbahasa Cina. Namun… ditelinga orang Inggris – kata educated terdengar sebagai Helicopter.

Nah sejak itu kalau orang asing bercakap dalam bahasa Inggris cepat – maka generasi terdahulu sering mengingatkan “I am Chinese Helicopter, so speak slowly and clearly so I can understand..”

Namun Generasi Muda sekarang – yang selalu di doktrin untuk menjadi Negara Nomor Satu dalam segala hal merasa bahwa kata-kata tersebut melecehkan kemampuan mereka.

Mereka juga menolak ada kata Educated kok meleset jauh jadi Helikopter.. “Terlalu mengada-ada..” – kata mereka.

“Seperti membuka luka lama, lalu sengaja disiram dengan air garam…” kata Netizen..

CATATAN: Kata baru dalam kamus OED adalah sbb:

1. Charsiu (masakan Kanton umumnya pork) 2. sotong (cumi) 3. teh tarik (teh susu manis) 4. chili crab (Kepiting masak pedas) 5. ang moh (orang asing, di jawa Wong Londo) 6. blur (susah dimengerti) 7. hdb (flat, rumah susun) 8. killer litter (barang yang jatuh dari ketinggian) 9. sabo (reseh) 10. sabo king (biang reseh) 11. wet market (pasar tradisional) 12. lepak (senda gurau, santai) 13. shiok (Cool, asyik) 14. hawker centre (Pusat Jajan Serba Ada) 15. wah (seperti Wah terkejut) 16. Chinese Helicopter …

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.