Posted in mimbar

INFORMASI


KELELEP INFORMASI

Saya kaget lagi ada paket ONS (One Night Service) dari Balikpapan dikirim dari Balikpapan..Ternyata kiriman STNK motor bungsu yang bekerja di Balikpapan dan sudah hampir jatuh tempo untuk diperpanjang.

Lalu ingat  beberapa waklu lalu saat menyerahkan STNK mobil – di tempat yang berbeda kami pernah bertemu perempuan muda berjilbab yang menawarkan kemudahan urus dokumen ditempatnya.

“Ngapain jauh-jauh pak.. di tempat kami lebih dekat,” ini kata mbak Puj yang menurutnya gerai didepan komplek rumah. Herannya saya “sliwar-sliwer” di jalan utama – jalan Kodau Raya kok ya tidak pernah membaca pelang nama tersebut.

“Ah bapak ini bagaimana sih, sama tetangga sendiri tidak tahu!” – katanya sepertiga protes karena belum “dong” dengan peta lokasi verbal yang ia jelaskan.

“Pokoknya asal lihat usaha “baju rombengan”, dijepit usaha Fotocopy ya itu kantor kami pak!, mudah mencarinya.

Melihat kegigihannya – kami setuju “lain kali akan menggunakan jasanya…”

Kok kesempatan itu tiba.. Ternyata tidak mudah mencari si Tetangga Dekat ini apalagi ancer-ancer  si Baju Rombeng ternyata tutup itu hari – mungkin untuk menghormati puasa pertama.

Usaha baru berhasil setelah saya menyisiri lokasi dan mengamati setiap lapak disana. Dan membaca setiap pelang nama yang ada disana.

Setelah menyerahkan STNK, BPKB, KTP semua aseli – dan si-embak sibuk mengecek BPKB dan menemukan BPKB kami tidak ada fakturnya, kesempatan memprotespun datang.

Aduh mbak …Mbak … kalau pasang Pelang Usaha mbok yao jangan gabung bergabung menjadi satu. Ini pelang Biro Jasa + Umroh+ Tiket Pesawat+ Akte+kursus stir+jasa kurir, semua   ditaruh tumplek bleg di dinding kaca sehingga mengesankan usaha “Bisa Bikin Bagus Pelang Nama”  yang biasanya menerima order Stempel.

Yang diprotes cuma senyam senyum.. Pikirnya – Pokoknya ketemu Kan?

Sampai sekarangpun saya masih bingung mencari nama Biro Jasa diantara pelang yang dipajang didepan lapak… Segitu banyak informasi dipresentasikan sekaligus sampai saya tenggelam dalam arus informasi. Blebeg..blebeg..blebeg

Juni 2016

13315443_10208143284432885_7841601593553006348_n

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.