Posted in mimbar

Toa


Rumah saya disebelah timur ada dua mesjid.. Utara satu mesjid. Sebelah selatan ada dua mesjid.. Pada hari biasa, ketika memasuki salat Magrib maka pengeras suara masing mesjid diaktipkan secara tidak berbarengan. Jadi Allahuakbar saja bisa lima kali. Belum lagi sang TOA kadang kasih bonus Echo..

Tapi puasa pertama ini.. saat berbuka tiba.. mesjid sekeliling seperti senyap. Sial bener giliran ditungguin ..malah sunyi senyap..

Saya sampai harus lihat jam, tengok HP, dobel check dengan TV.. Takut Azan Bercanda kan… Masih belon yakin, saya keluar rumah.. kali-kali aja listrik mati gitu..
Ini akibat sering baca Azan Bercanda..

 

Komentar dari pembaca Zul

Pengalaman di Negeri nya Arab Emirat, entah ini karena negaranya kecil urusan azan diatur negara dengan setiap mesjid tersambung online dg kantor negara urusan agama. Jadi saat waktu shalat akan masuk penjaga masjid akan menghidupkan sistim pengurus suaranya. Alhasil semua masjid akan mengumandangkan azan pasa waktu yang bersamaan.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.