Posted in mimbar

RUYI (Sceptre)


Saat menjemput cucu Anya,3, saya pergunakan membaca majalah dinding digital mereka. Lalu pertanyaan mengapa atap sekolah ini kalau dilihat merupakan lima kompartemen membentuk konfigurasi ular terjawab sudah.

Ternyata seharusnya saya melihatnya sebagai konfigurasi “S” bukan ular – dan lima kompartemen pendukungnya merupakan simbolis unsur Tanah, Udara, Air, Angin dan Besi.

“S” tadi  adalah simbol tongkat komando “sukses” – dari jaman kekaisaran Tiongkok yang disebut RUYI.. Para kaisar maupun pendeta jalan dahulu selalu memegang tongkat manakala melakukan perjalanan ataupun peribadatan. Kadang tongkat ini berfungsi sebagai STEMPEL bukti pengesahan negara.

Ruyi sendiri harafiahnya diartikan “as you wish” – maklum jaman dulu Kaisar dan Pendeta perannya sangat dominan. Sekarang berevolusi menjadi “SEMOGA SUKSES”. semoga sukses ya Cucuku..

 

13501822_10208320701388198_24672158403433910_n
RUYI – sumber : E-Bridge homepage
13495215_10208320657747107_8523734454036404434_n
Dokumentasi Mimbar Saputro

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.