Posted in mimbar

Perseus cari Bapa(k)


PERSEUS cari Bapa(k)
Dongeng buat Anya dan Nara..(1)

Pendahuluan: Cucu saya kelak akan minta kakeknya mendongeng. Jadi mulai saya mesti mulai menyusun dongengan.. Pertama ya mitos Yunani jadi nggak bakalan di protes. Dulu menulis wayang, eh yang “PINTER” banyak sekali.. Jadi mengkeret deh..

Perseus saya pilih sebab kami pernah mengebor sumur dalam di Australia dengan penyelesaian dilakukan di dasar laut. Anjungannya diberi nama Perseus. Juga Perseus di langit sering nampak lumayan moncer.

****
RAJA ACRISIUS dan putrinya DANEA.

Perseus dalam mitos Yunani dikenal sebagai alias aktor di belakang Pedang Pembunuh Medusa.

Siapa Perseus itu yang katanya semacam Demi-God (manusia setengah dewa) sebab memiliki DNA dari Zeus sang Raja di raja Kayangan.

Kita harus kembali ke belakang.

Alkisah (mudah-mudahan cucuku nggak langsung meninggalkan embahnya, sebab kalau cerita kok didahului alkisah, arkiah, hatta, pada jaman dulu kala).. Di sebuah kerajaan AGRO hiduplah raja bernama Acrisius.

Kalau selama ini cerita Hans Andersen – selalu saja Raja, dikatakan memerintah kerajaan dengan Adil maka raja yang satu ini dengan Paranoid.

Raja kita tiap hari cuma buka FB, Instagram, Path. Menelusup menjadi follower ecek-ecek padahal aselinya KEPO berat pingin tahu apakah ada komentar peggerak aksi yang bakal menggoyahkan posisinya. Ia melakukan itu sebab Ratu tak kunjung punya anak lelaki. Sementara anak perempuan yang tak diharapkan sudah tumbuh menjadi putri cantik – seperti Nadya Hutagalung semasa muda usia.

Tiap hari kalau ketemu Permaisuri – Raja selalu teriak-teriak “beri aku anak lelaki..”

Karena tekanan batin – Permaisuri menjadi gering sampai meninggal dunia. Raja makin kuatir sebab ini berarti pilkada satu calon bakal muncul satu nama PROTEUS sang adik yang sangat ia benci.

RAMALAN MBAH ORACLE dan uang mahar.

Lalu dengar bahwa dukun sohor yang bisa ditanya soal masa depan. Letaknya di kota Delphy. Sayangnya tidak menerima konsultasi “by phone.” Raja kemudian pergi malam-malam dan menyamar menjadi orang biasa.

Pergi ke kota Delphy sendiri kata orang adalah “bad idea” sebab perjalanannya ratusan kilometer menempuh hutan, rawa dan gunung. Begal, kecu, geng motor, pembius orang mudik semua tumplek blek menghadang perjalanan.

Kalau sudah bisa tembus kemacetan keluar Tol DelXit, maka problem lain adalah sifat si orang pintar Oracle yang angin-anginan, tidak menerima upah berupa sekedar ucapan terimakasih.

Peramal kota Delphy ini punya kebiasaan menghirup bakaran bubuk belerang sebelum trance dan meramal. Hasil ramalannyapun lebih mirip pertanyaan berbalas pertanyaan.

Misalnya Mbah bagaimana peruntungan dan jodoh saya ? – jawabannya “Anakku tidak lama lagi akan ketemu yang kau idamkan, tetapi bersihkan hatimu agar bisa menyambut kedatangannya.”

Tentunya anda akan menggali lagi … “bersih hati itu yang kayak gimana ?”

Sebagai jawaban mbah Oracle berkata tegas “Silahkan dihabiskan Teh NasGithel – Saya Terima Maharnya, Have a nice day, dan pintu keluar ada disamping ..”

Dijamin keluar dari tempat praktek anda malahan bingung dan penasaran. Dan makin miskin.

Kepada raja Acrisius – Oracle juga menjawab – “Kamu tidak akan punya anak lelaki. Paling banter cucu lelaki. Tapi cucu ini akan menghabisimu dari Kerajaan. Silahkan diminum Teh Prenjak Manis dari Batam, Terimakasih atas maharnya dan pintu keluar ada didepan sana.”

Akhirnya keputusan membunuh putrinya sendiri sudah naik pada level 70%. Biasanya berupa Kopi berSianida. Tapi kok nggak kreatip sih.

Kepada kontraktor – ia perintahkan membangun penjara super ketat dan terpencil. Biar seumur hidup Danea akan menjomblo.
Untuk sementara problem raja terselesaikan sudah.

***

Acrisius tidak tahu bahwa malam itu Zeus sedang goggling dengan kecepatan 4G sampai menemukan informasi status perempuan MORTAL (bisa mati) yang kecantikannya melebihi Aprodite..(tadi kakek bilang Nadya Hutagalung).

Tapi penjara itu terbuat dari logam tebal, dengan sedikit lubang angin. Namanya Zeus akalnya banyak kalau untuk urusan bercinta. Ia pernah menjadi Semut Merah Berbaris Didinding Menatap Curiga. Kalau MODUS ini diulangi lagi keberatannnya – kurang kreatip – dan semut kan tidak punya factor “WOW”..

Zeus lantas merubah diri menjadi pancuran air emas, sehari dua kali memancuri putri Danae yang sampai dewasa belum pernah mengenal jatuh cinta.

Tanpa banyak cingcong .. kedua mahluk klepek-klepek terlibat cinta berlawanan jenis.

Manakala tahu kekasih berbadan dua, Zeus selalu MODUS dengan alasan ada tugas negara memanggil. Lalu terbang ke angkasa meninggalkan pasangannya sambil bilang maaf “jurang pemisah terlalu lebar, ada perbedaan tak terkompromikan.”- kita seperti kakak adik saja ya.. Lagian kamu tahu Dik, di kamus mahluk seperti kami tak dikenal hidup berdampingan sampai maut memisahkan kita..” – Saya doakan adinda cepat move on.

Wuzz Zeus menghilang..

***
Masalah putri tekdung tralala zonder suami menyebar kemana-mana. Berita buruk gampang menebar.

Acrisius.. Muntab Keras…

Putri dan cucunya harus dieksekusi dengan dibuang ke laut. Level membunuh sudah 90 persen.

Tapi… Biar jangan kelihatan kejam, ada lubang kecil diatas peti untuk bernafas. Mudah-mudahan peti terbalik, lubang angin menjadi lubang maut.. Raja tak bisa disalahkan, salahkan laut yang bergoyang.

Ketika kotak mulai terombang-ambing lautan yang sedang cuaca buruk, kok ya Zeus lagi di kamarnya. Rupanya ia segan NGEBOLANG cari daun muda. Di kamarnya ia dengarkan musik lembut sambil Googling.

KETEMU POLYDICTUS

Membaca berita sebuah kotak berisikan dua nyawa terombang ambing di laut, segera Zeus mengontak Poseidon sang Raja Laut untuk menentramkan lautan agar pelayaran ibu dan anak berjalan smooth. Bahkan beberapa ikan Sardin diperintahkan melompat masuk kedalam lubang hawa sehingga ibu dan anak cukup gizi dengan sashimi ria..

Kotak terdampar di Kerajaan Seriphos yang diperintah Raja Polydictys. Ditemukan nelayan bernama Dictys. Danea dan bayinya dibawa menghadap raja sebelum 2×24 jam.

Sekalipun bau badan Danea lebih mirip Lelang ikan Muara Karang
namun Raja Polydictys (Poly) langsung kepincut seperti melihat Nadya itu tadi. Namun masih ada duri penghalang – si bayi selalu bersikap bermusuhan kepadanya. Baru saja Poly mau Uro-Uro seperti Gatotkaca kalau lagi Gandrung di pertunjukan wayang wong Sriwedari Solo (karcis masuk tiga ribu kata bu Endang). Eh si bayi sudah kejer..

Tunggu punya tunggu, kalender sudah ganti 17 kali – modus Poly tidak mempan untuk merayu Danea dan terutama anaknya.

Malahan anak ini tumbuh sehat. Inilah Perseus ini menjadi manusia super. Watak Arogant, Ignorant tetapi mumpuni.

Sebagai hadiah ulang tahun Perseus , Poly lalu bikin sayembara. Raja (dirinya) akan menikah, dan mohon bantuan doa dan Saweran bagi Raja. Agak nggak nyambung ya..

Semua rakyat berlomba memberikan upeti yang terbaik. Ada yang rela gesek kartu kredit 3 tahun dengan bunga rendah 1,5 persen.

Kecuali seorang Perseus.. Ia cuma pemuda miskin. Pagi Makan Sore Tiada.

Tidak ada kado berarti menghina kedaulatan Kerajaan. Bareskrim menangkap Perseus untuk disidangkan. Di dewan Dewan Kehormatan, MK, KY, Acrisius memperolok Perseus sehingga muncul kemarahan pemuda kita.

SUMPAH SUNGAI RHYX

“Harta aku tiada .. Tetapi sebutkan apa yang kau mau dan aku bersumpah akan akan memberikannya untukmu.. Ini sumpah demi sungai Rhyx..” – tantangnya Perseus tanpa panjang pikir.

Mendengar sumpah itu – Danea sang ibu langsung pingsan, bersumpah demi Sungai Rhyx (Underworld), dianggap undangan kedatangan bencana.

Poly langsung menukas.

“Bring me ..Medussa Head!!! – Kalau main adu gambar, ada perempuan dengan rambutnya berubah menjadi Kobra, matanya seperti senter 3 batere. ”

Perseus kebingungan sendiri, siapa Medussa yang di gambar tempel itu, dimana tinggalnya.. Semua informasi ini hanya serba katanya ini katanya itu. Tak seorangpun pernah melihatnya dan hidup.

Dalam kebingungan, Perseus berlari dan terus berlari hingga hilang pedih dan perih.. Hatta sampailah ia dipuncak jurang yang terjal.

Wahai Zeus, gini-gini saya anakmu, kamu tinggalkan ibuku dan aku begitu saja tanpa uang kerahiman, uang bulanan. Kami pasrah.

Sekarang aku dibuat malu oleh Raja untuk mencari tempat sembunyi Medussa, sialnya ada yang meledek saya minta dibawakan gantungan Kunci gambar Medussa – jika ternyata saya gagal menemukannya.

HERMES DARI PERAPATAN HARMONY

Mendadak terdengar suara berat, bariton dan bergaung “doa yang mengesankan..”

Asap menipis dan jleg – Seorang lelaki muda mendadak muncul. Sepatunya seperti sandal – tetapi dirancang mirip boot. Bertopi tapi tidak ada BRIM-nya. Ia seperti patung di Jembatan Harmoni depan Istana, atau di belakang Museum Fatahillah.. Selera pakaiannya Norak Berat, tetapi kenapa dipakai merek tas yang mahal berat dan tidak norak.

“Ayah Zeus…aku rindu padamu” seru Perseus mencoba memeluk..

“Sembarangan, emang saya sudah setua ayahmu” – kata anak muda yang nanti dikenal Hermes.

Ayahmu sudah mendengar doamu.. Ini aku bawakan Sandal dan Backpack titipannya.

Pertama coba dulu sandalnya. Cuma sepasang.

Ukurannya 9US, 8setengah UK, 42dua pertiga Prancis, saya tidak tahu ukuran dalam Portugal sekalipun pemenang piala Eropa panitia belum memasukkannya dalam pabrik sandal.

Sandal ini bisa disetel sesuai kaki pemakai. Pakai tali temali macam Sepatu Spartakus (anda usia 60 kalau paham sepatu spartakus).

Persesus mencoba menggunakan sandal tersebut dan ajaibnya ia langsung bisa terbang..

“Woaaaaa. its cool..I can fly..”

Okay, turun dulu jangan keenakan terbang.. Ini tas backpack, spesial dibuat untuk menyimpan kepala Medusa.. Ingat sekalipun sudah mati, kesaktiannya belum luntur.

Hermes merogoh kantongnya – ternyata manifest untuk ditandatangani.

Oh ada satu lagi.. ia memberikan “helm” –

Ini helm kayangan, kalau dikenakan maka kamu menjadi invisible. Ukurannya “M” tetapi bisa diatur jadi L.atau XL. Atau Jumbo. Coba dulu..

Perseus menerima helm dan memeriksa label..

“Kenapa made in Bangladesh?” – protesnya tapi whateverlah. Dan ketika helm dikenakan ia tidak melihat anggota tubuhnya. Cihaaa aku the invisible man…

Pesan lain dari ayahmu, kamu harus mencari lokasi Tiga Gadis Abu-abu. Ini wajib kudu.

Mereka saudari penjaga Medussa. Jangan sampai tertangkap sebab Trio jomblo ini kalau melihat orang Ganteng dan Muda kamu matanya akan seperti Singa melihat Gazelle Gemuk. Kamu akan dikejar-kejar untuk makan malam mereka.

TKP si Medussa – hanya mereka bertiga yang tahu.. Jadi korek keterangan darinya..

Sudah ya aku akan kembali menunggui di Harmoni dan Museum Fatahillah lagi..

Wuzzz… Hermes pun menghilang..

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.