Posted in mimbar

Perseus Cari Bapak (2)


KELAHIRAN PEGASUS si KUDA TERBANG.

Sepeninggal Hermes – yang telah memberinya Sepatu Terbang, Helm Panghalimunan dan sebuah Tas Kulit merek Hermes yang kuat dan tahan bocor maka Perseus pun mulai mencari gunung Abu-abu.

Perjalanan tidak terlalu lama ketika dari kejauhan ia melihat air lautpun berwarna abu-abu maka berati ia sudah sampai di tujuan.

Segera dikenakannya Topi Hilang dan ia menyelinap dikerimbunan hutan sebab ini adalah pintu gerbang yang dijaga oleh tiga gergasi perempuan. Tidak lama kemudian ia melihat asap mengepul di kejauhan. Saat didekati,  tiga perempuan berbaju abu-abu nampak sedang mengelilingi perapian. Satu dari wanita itu meludah dan segumppal daging panggang ikut keluar terbawa.

Ketiga-tiganya hanya memiliki satu cekungan untuk casing mata. Mirip cerita cyclope (tapi bukan). Kalau satu bola mata dipinjam oleh saudari yang lain, maka dua saudaranya hanya bisa duduk sambil mengunyah makanan – atau kalau mau bergerak dengan meraba-raba.

Teman yang satu sudah tidak sabar: “lemparkan mata, ini giliranku.”Ketika satu temannya akan meminjamkan bola matanya dengan cara di lempar, ketika bola mata melenting diudara dengan gerak lambat, diam-diam Perseus melayang dan merampas mata mereka.

Benda ini digunakan untuk memaksa mereka bertiga memberi tahu tempat Medusa bersembunyi yang akhirnya rahasia persembunyian dibocorkan kepada Perseus. Termasuk senjata yang akan dipakai untuk melumpuhkan Medusa. Cerita Yunani memang sering bikin bingung, dapat tugas sebagai “assasin” tetapi tidak dibekali persiapan khusus. Semua berdasarkan bagaimana nanti saja lah..

Seperti yang diceritakan – Perseus mencari  pohon OAK (sejenis Jati)  yang sangat besar namun sudah lama tumbang, lalu mulai menggali diantara akar yang besar sampai menemukan  tameng yang berkilat seperti kaca. Penggalian pada akar lain ia menemukan  Pedang Baja Hitam ..

Pedang dicobanya untuk menetak pohon OAK, cres cres seperti memotong Play Doh. Iapun melemaskan pergelangan tangannya dengan melatih jurus golok dari TTKKDH Banten.

“Hati-hati dengan Pedangmu-ia lebih tajam dari ballpoint,” sebuah suara merdu namun tegas mengingatkannya.. Ini daerah perang, lebih baik CRES dulu bertanya kemudian. Reflek Perseus bekerja sempurna – pedang melesat menetak leher pemilik suara perempuan. Beberapa milimeter sebelum kejadian, Perseus baru sadar itu adalah Dewi Athena. Ia segera berlutut-mohon ampun. Lagian Athena kan bukan bagian bisa dibunuh. Ia immortal.

“Bangun anak muda, saya rasa kamu yang bisa membebaskan Medusa dari penderitaannya akibat kutukanku..” – Masih ingat Athena marah lantaran kamarnya dipakai Medusa Cantik (saat itu) ber-hanky pangky dengan Poseidon, sampai dikutuk jadi jelek.

“Medusa akan dikembalikan jadi dewi cantik lagi?” tanya Perseus.

“Enak ajah, ya nggak lah, persaingan tetap persaingan.. Kamu harus menetak kepalanya…” – kata Athena meradang. Ia dewi, cantik, menggairahkan, tetapi kalau melihat punggung dan dagunya saat berbicara, kesan Sombong dan tak mau kalahnya kentara sekali. Tapi justru itu yang bikin dia cantik.

“Serang Medusa saat tidur siang.” kata Athena.

“Lalu Tameng berkilat ini sebagai pengganti kaca spion. Masalahnya kalau beradu mata dewapun bisa jadi batu akik..”  – tapi yang ngomong ini Perseus.

Dewi Athena tersenyum… Tidak percuma kamu main game online selama ini. Heran kenapa ada dewi pembicaraannya dipotong – malahan senyum- kendati senyumnya senyum sombong juga. Dan cantik, sial bener.

Terus bagaimana dengan ketiga Saudari Medussa, apakah saya perlu menghabisinya.

“Hindari mereka. Jangan menjadi konflik Horizontal” – Athena juga suka menonton TVONE ternyata.

Wuzzz, Athena menghilang. Sehingga Perseus lanjut masuk ke dalam gua.

Memasuki Goa Gorgon, – dengan helm ia menghilang. Beberapa kesatria batu akik nampak seperti ukiran seniman asli. Mereka pasti gagal eksekusi setelah melihat Mata Medusa.

Saat terdengar suara mendesis.. Ratusan ular dikepala medusa yang terbangun mencium manusia, Perseus tahu saat sudah dekat. Melalui kaca spion bahwa  Medusa yang tertidur. Lehernya setebal leher Gajah. Tak heran butuh pedang khusus.

Sayang sekalipun ular gelisah mengendus kedatangan manusia sekalipun orangnya menghilang. Tetapi Medusa nampaknya sedang mengantuk berat habis begadang piala Eropa, saat Portugal mengalahkan Perancis.

Ketika pedang sudah siap menetak kepala Medusa, Perseus terhenti ragu karena melihat perut Medusa yang mengandung anak Poseidon. Namun bayi dalam perut ini tak pernah bisa dilahirkan lantaran kutukan Dewi Athena.

Saat ragu-ragu inilah yang fatal, Medusa mencium bau “manusia” – menurut para Rakseksi – aromanya  seharum Capuchino Starbuck dikombinasikan dengan Bau Donat Keju.. Langsung Medussa berteriak akan menerkam Persesus, keadaan menjadi “kill or to be killed”- Dalam keadaan membelakangi – Perseus harus menghitung bagaimana ia memejamkan mata, memutar kebelakang sambil membacok. Hanya sekali kesempatan ini dan harus benul.

Wooaaaaa.. Jleg… Glundung glundung..

Tubuh Medussa menghilang namun sebagian darahnya menjadi Kuda Terbang Pegassus. Darah yang lain nampaknya jabang bayi yang dikandung, menjadi seorang Pemuda Pedang Emas, semua serba emas. Tetapi Perseus tidak mau ambil resiko ia hanya melihat melalui kaca spion sambil melarikan diri. Urusan ada Satria Bertameng Emas naik Kuda Terbang, biarlah para pendongeng meneruskannya.

Perseus tidak mau ambil resiko, dimulut gua sudah terdengar teriakan para Gergasi : “intruder, terorist, tangkap” – lagian ia butuh beberapa saat ketika ular dikepalanya ternyata belum mati. Tapi lagi-lagi pedang setajam Golok Cibatu buatan Saung Sajam Sukabumi ini bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Rupanya Tas Hermes ini mampu seperti mengawetkan kepala Medusa (tidak membusuk) sekalipun disimpan berhari-hari perjalanan. Dan yang paling penting sepasang mata bolanya tetap berbahaya bagi siapa saja.

Ketiga  saudari mulai menemukannya Mulut gua sudah diblokir dan tidak ada rencana kontra flow atau buka tutup.  Tapi dengan bantuan aplikasi WAZE, Perseus tahu persis jalan keluar yang biasa dipakai untuk maintenance goa. Ini yang paling singkat. Dan Wuzz.. iapun sudah mengangkasa.

“Para penumpang sekalian, kita sudah pada ketinggian jelajah, cuaca sepanjang perjalanan nampaknya baik, beberapa turbulen kecil akan kita jumpai. Selebihnya enjoy your flight…” kata Perseus menirukan Lion Terbang.

Tapi nanti mendaratnya di Terminal salah, saya nggak tanggung jawab ya.

(bersambung)

 

Catatan: Bersumpah demi Sungai STYX – ini dianggap sangat sakral sebab didengar dewa kematian HADES.

 

 

 

 

 

 

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.