Posted in mimbar

Kalau Tinggi Gunung Seribu Janji


[Ringkasan dongeng buat Anya dan Nara..]

Ini kisah  Raja disepelekan rakyatnya. Soal Kerja bagus, perang senjata tajam ia ahli, perang mulut ia jago. “ketemu kerajaan preman ya harus pakai bahasa mereka” – pakai bahasa mengancam, mengutuk. Kalau bertindak seakan tidak punya belas kasihan. Harap  dimaklum jaman dulu pemimpin bukan cuma bisa mengagitasi dengan kata-kata, “perang-perang” tetapi cuma di garis belakang.

Bagi raja jaman dulu – mereka harus maju perang di garda depan.

Tetapi sebagian rakyat Crete, ada saja yang tidak hepi kurang sreg lantaran dengan raja berasal dari kaum pendatang dari bangsa Entah Berantah.

“Memangnya di Crete – sudah tidak ada Raja yang bagus sampai harus mengokulasi (cangkok) dari kaum Pendatang..” kata seorang kurus bewokan di sebuah kedai kopi. Si bewok sudah menghabiskan setengah kopi tubruk api plus Susunya. Biasanya lidahnya lancar berceloteh.  Mula-mula yang ia salahkan adalah Raja mereka. Andai gelas pertama habis, maka yang menjadi bodoh dimatanya adalah para Menteri sampai ke Kapolrinya.

“Dia juga sebetulnya keturunan Sapi lho, biar setengah dewa sekalipun sapi ya tetap sapi.” Sahut yang lain berambut botak.

***

Kita kilas balik sebentar. Zeus sang raja di raja dewa memang pekerjaanya Ngebolang, Ngelayap dari Istananya cari korban perempuan muda – kata kita. Tetapi Zeus bilang – memperbaiki keturunan manusia.

Dalam petualangannya ia bertemu seorang wanita bernama Eropa. Entah ada kelainan yang diidap para dewa dewi, Eropa ini rada sayang kepada binatang dalam arti kata kebablasan.  Zeus mengendus penyimpangan ini tetapi bingung mau dimasukkan LGBT kok nggak pas – lha wong termasuk cinta beda jenis.

Lantas Zeus merubah diri menjadi Banteng.  Badannya digosok ke tubuh  Eropa

“Dik Ero mari menyeberangi  lautan pernikahan dalam artian sebenarnya Kawin Berlayar. Kita lewat Selat Makasar, Perairan Filipina, jangan kuatir keamanan ditanggung Kaka. Soal Bajak Laut – Nenek Moyangku orang Pelaut lho. Tahu Hang Tuah, Hang Jebat, Tan Malaka, Kraeng Galesong – itu orang laut semua. Tahun 1800-an – Kapal Dagang Amerika dibajak di Selat Aceh.. Amerika harus mempercepat menyelesaikan kapal perang Potomac, berlayar ke selat Malaka – melakukan invasi militer besar-besaran untuk menghancurkan permukiman bajak laut yang ternyata juga kerabat Sultan di Aceh. Seperti puputan di Bali – keluarga kerajaan tumpas habis.

Sekarang kita yang dibojak-bajak kopang kaping dalam hitungan beberapa purnama. Ini kemunduran namanya. Di laut kok kita jaya dikadalin orang.”

Eropa jelas nggak nyambung pembicaran tak keruan juntrungannya – dan menembus batas waktu ribuan tahun. Yang ia tahu mahluk didepannya membuatnya senang dan enak kalau berdekatan.

Europa diajak duduk dipunggungnya lalu mereka menyeberang lautan, kadang Zeus pindah dari gaya renang dada ke gaya kupu-kupu, dan gaya macem-macem. Eropa malahan merem-merem seneng.

Namanya perjalanan panjang. Ketika mereka sampai di pulau Crete – Europa sudah mulai oek oek saat melek mata dipagi hari.  Pagi-pagi minta dicarikan buah Gandaria yang namanya juga menyiratkan warna.

Test Pack juga konfirm positip. Tamu bulanan tidak berkunjung sekalipun anak manusia 9 bulan sepuluh hari yang ini malahan 13bulan dalam kandungan. Mau melahirkanpun butuh bantuan Tabib Bedah Sesar.

Mereka tinggal dan berbaur dengan penduduk negeri sampai melahirkan anak ke tiga.

Dewa sejujurnya tak mengenal kata “nikah sampai maut memisahkan kita” maka Zeus sang pleboy bosenan lantas ewesewes bablas meninggalkan Europa. Tanpa uang kerahiman. Tapi BPJS sudah lunas.

Diantara yang ditinggalkan Zeus ada bayi lelaki –  Minos dan setelah gede langsung menjadi penguasa di Crete. Inilah permasalahannya.  Banyak penentangnya terutama yang penduduk aseli Crete merasa itu jatah mereka.

Bahkan ada sekelompok orang yang pekerjaannya cuma mengutip perkataan Minos, dipelintir  lalu dicuiti dalam medsos. Menimbulkan kesan Minos adalah orang paling buruk di dunia. Ngomong salah, melangkah kemana-mana salah.

Namanya manusia – keturunan Baneng pula – Lama-lama runtuh juga kesabaran Minos, Raja yang suka pakai simbul Banteng macam Klub Basket Amerika ini. Sepertinya harus membuktikan dirinya punya darah kedewaan.

Satu hari ia memerintahkan insinyur pemborongnya Daedulus membangun panggung tepi laut. Disana ia berdoa kepada penguasa alam yaitu Poseidon (Neptune) dan istrinya Aphrodite. Ia berharap ada isyarat gaib yang dilihat oleh rakyatnya sebagai untuk legitimasi posisinya.

Doanya sampai di telinga Poseidon.  Yang disebut belakangan ini tidak terlalu ambil pusing.  Lagian si Minos ini kan bukan di zolimi, cuma sekedar diguncingkan di media sosial, warung kopi. ORA CUWIL. Tidak berkurang satu apapun.

Tapi ada redaksi doa Minos yang kata kuncinya tepat sasaran – ia bersumpah  akan mengorbankan Sapi bagi Poseidon. Baru saja Poseidon gembira akan diberi Sapi – Minos menambahkan permintaan… kalau bisa  Poseidon “nalangi” Sapi dulu. Buat sample kurban.

Kelak sapi pemberian akan dikorbankan kembali ke laut. Dari Laut Kembali Ke Laut.. Suwer…

Hari itu Posedon sedang berbaik hati. Zonder banyak Bicara dari kandang Banteng dipilih Jantan yang terbaik di kerajaan Atlantis. Lalu dikirim ke permukaan bumi. Rakyat terkagum.

Sayang – Minos berubah pikir.. Banteng begitu mulus cuma disia-siakan. Bagaimana kalau jadi Pemacek (pengawin) bagi sapi betina di negerinya. Tinggal dimodali Madu dan Jamu Sanrego.

Penyimpangan kontrak ini di ingatkan oleh Daedulus sang teknokrat, ahli rekayasa jaman itu.

“Yang mulia, janji adalah janji. Tidak boleh ditawar. Tidak ada amandemen…” kata Daedulus.

“Sotoy eluh! kerjakan yang saya perintahkan..” hardik raja.

“Paduka saya hanya mengingatkan –  parap anda disetiap halaman kontrak, tanda tangan diatas meterai dan pakai stempel basah. Sudah ada Pre-bid meeting.  Sepuluh persen nilai kontrak sudah disimpan bank sebagai jaminan.. Berat lho konsekuensi secara fisik.. belum secara moril.”

Sang teknokrat lalu bercerita, ia pernah baca di WA.

Disatu negara ada seorang pemanjat kelapa yang tidak bisa turun lantaran mendadak ada taifun. Ia berjanji akan potong Sapi kalau selamat sampai di tanah.. Topan mereda sedikit, janji sapi berubah menjadi  Kambing. Topna mulai anteng janji  akan sembeih ayam saja. Sampai akhirnya ia selamat ke rumah dan janji terlupakan..”

“What is your point?,” hardik Raja..

Daedulus sebetulnya mau meneruskan – nanti ada yang nagih dengan cara yang tidak kita kenali…Tapi ia memilih diam. Perasaannya tidak enak.

Sementara itu di Kerajaan Atlantis, Poseidon dan Athena mulai gusar. Janji sewaktu kampanye mulai dilupakan. Mau main keras atau main cantik, kita ladeni.

Suatu ketika sang permaisuri Pasiphae yang gelarnya Profesor – Doktor Spesialis Sihir dan Guna-guna melihat Banteng Jantan Putih Mulus dengan Tanduk Panjang.

Tetapi mata bathin Pasiphae melihat seorang pemuda ganteng. Pasiphae bukan tidak tahu ia salah, ia menyimpang. Di Tube8 dot com yang diblok aksesnya ini  sebagai penyimpangan  Bestial (ketertarikan seksual dengan binatang).

Ia bukan tidak mencoba melawnnya. Seluruh mantera, jimat, pusaka dikeluarkan untuk menghilangkan pikiran ke Banteng yang makin lama makin nampak seperti pemuda ganteng dimatanya.

Yang tidak disadari oleh Pasiphae – tenung dari Aphrodite dan Poseidon sedang merapal manter tenung Sapi Guyang sebagai hukuman WAN-PRESTASI.

Keadaan menjadi buruk.

Kali ini agar Banteng jatuh cinta padanya. Iapun mencoba mencari perhatian dengan minyak wangi, baju belah dada rendah  didepan Banteng. Banteng hanya mendengus acuh.. Tidak ada wortel, kamu  cuma stupid human being. Mantera dibacakan, Banteng tidak kelihatan terpengaruh.

Akhirnya teknokrat kita , Daedulus, dipanggil untuk membuatkan artificial sapi  betina dan bisa dimasuki oleh Permaisuri.

Mulanya Daedukus menolak sebab kalau Raja tahu, nyawanya akan melayang. Pasiphae yang kalap langsung mengultimatum.. Kebiri atau hukuman mati, emang kasus pedofilia?

Maka Daeduluspun  berkerja siang malam merancang pesanan sang Ratu. Pesanan siap. Tanpa buang waktu permaisuri langsung mengenakannya. Ajaib, Banteng langsung kesemsem. Bobot Setengah Ton yang nemplok di punggung Pasiphea tidak mampu mematahkan punggung permaisuri karena sudah dilindungi Artificial Cow kelas super.

Setelah rendevous berkali-kali tanpa sepengetahuan raja, Pasipeapun mulai muntah-muntah dipagi hari dan kadang suka rujak jerami..

Jangan tanya saya bagaimana mungkin binatang menghamili manusia. Darah A dicampur O saja menggumpal.

Tahu bahwa permaisuri hamil dan kata juru ramal anaknya lelaki gagah, kuat, maka disediakan nama ASTERION..Butuh 13 bulan membawa bayi yang gedenya tidak main-main.

Asterionpun lahir .. Harus disesar sebab nyawa ibu bakalan terancam.  Begitu lahir Kepalanya Banteng leher ke bawah manusia..Jabang bayi ini bernama MinoTaur.

Tentu saja Poseidon dan Aphrodite dikayangan sana cuma senyum-senyum.. “Dewa dilawan..”

****

Egyptian Gods:

Aphophis – Chaos
Anubis – Pemakaman
Babi – Dewa Kera
Bast – Dewi Kucing
Bes – Dewa Kerdil
Disturber- Dewa keadilan bekerja untuk Osiris
Geb – Dewa Bumi
Gengen-War – Dewa Angsa
Hapi – Dewa sungai Nil
Heket – Dewa Kodok
Horus – Dewa Perang (Anak Isis dan Osiris)
Isis – Dewa sihir
Khepri – Dewa Kumbang
Khonsu – Dewa Bulan
Mekhit – Dewa Singa kecil
Neith – Dewa Pemburu
Nekhbet – Dewa Vulture (Burung Kondor)
Nut- Dewa langit
Osiris – Dewa alam baka
Ra- Dewa Matahari sering dipanggil Amun-Ra
Sekhmet-Dewa Singa Lagi
Serqet – Dewa Kalajengking
Set – Dewa kejahatan
Shu- Dewa udara
Sobek – Dewa Buaya
Tawaret – Dewa Kuda Nil
Thoth – Dewa ilmu pengetahuan – berujut burung IBIS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.