Posted in mimbar

H2S ini membunuhmu


Sebagai Mudlogger di pemboran minyak ataupun panasbumi, maka salah satu instrumentasi yang kami pasang adalah instrumentasi gas. Secara garis besar kami memasang instalasi gas hidrokarbon (minyak dan gas bumi) – sebab alat ini digunakan mengendus keberadaan minyak di dalam lubang bor.

Lantas ada instalasi yang tak kalah pentingnya yaitu – Gas Beracun. Saya mengkerucut gas beracun yang umum adalah H2S atau hidrogen sulfida yang baunya minta ampun.

Karena gas H2S biasanya kedatangannya sulit diprediksi maka – di lapangan, saya boleh mengaku paling suka kalau melakukan pengecekan dan kalibrasi peralatan. Peralatan pengendus H2S ini boleh dibilang “mudah lupa”. Artinya, kalau seminggu anda tidak merangsangnya dengan gas H2S, maka ia mulai rupa bereaksi-alias mini impotent.

Jadi kalau alat ini tidak pernah dirangsang maka ada gas beracunpun mereka tidak bereaksi-fully impotent.

Alat perangsangnya cukup sederhana, butiran Ferry Sulfat mudah dibeli di toko kimia yang warnanya macam pasir besi, diteteskan air aki dua tetes saja sudah bisa mengeluarkan gas H2S yang levelnya rendah tetapi bau kentutnya tinggi. Mungkin inilah yang membuat banyak teman mudlogger enggan berhubungan dengannya. Yang lebih canggih menggunakan ampul suntikan tetapi isinya gas H2S.

H2S selalu dikatakan dalam konsentrasi tertentu – malahan mematikan indra sensori hidung. Kalau hidung terpapar H2S dalam level rendah diudara, maka paling kita tutup hidung sebab baunya seperti telur busuk. Tetapi manakala  kalau kosentrasinya mematikan – mahluk mengalirnya lebih suka dipermukaan tanah karena memang sedikit lebih berat ketimbang udara ini – malahan menipu kita dengan tidak menimbulkan bau (hidung tertipu).

Rupanya inilah kejadian naas yang membawa korban satu jiwa dan satu dalam keadaan serius, di sebuah Water Treatment di Texas baru-baru ini.

Pada 2 Juli 16 sekitar Lima Sore lalu Daniel, 42, dan rekannya David,  sedang bekerja di instalasi penyaringan penjernihan air limbah-di Wichita Falls-Texas. Ada pompa yang membutuhkan penanganan.

Saat asik bekerja ini mendadak mereka terjatuh – rupanya limbah tersebut mengeluarkan senyawa H2S yang tingkat “lethal”.  Untung kejadian ini dilihat oleh rekannya yang lalu Polisi segera dipanggil. Namun merekapun kagok  menolong orang keracunan gas. Akhirnya dua orang dengan peralatan khusus datang menyelesaikan pompa yang rusak sementara kedua korban dibawa ke rumas sakit di Dallas.

Seminggu kemudian pada 10 Juli 16 keadaan Daniel memburuk sampai akhirnya menghembuskan napasnya. Tidak diberitakan keadaan David rekan kerjanya. David sendiri bekerja pada perusahaan tersebut selama 18 tahun.

 

 

 

river-road-plant-city-of-wftx
River Road Waste Plant – City of Wichita Falls. Siapa nyana limbah ini bisa mengeluarkan H2S yang mematikan.

 

Read More: City Employee Injured at Waste Water Treatment Plant Dies | http://newstalk1290.com/city-employee-injured-at-waste-water-treatment-plant-dies/?trackback=tsmclip

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.