Posted in mimbar

Red Dog 4


Red Dog (4)
KISAH DOKTER HEWAN MENGHADAPI PERANGAI REDDOG

Dokter Hewan di Dampier hampir paham betul bilamana tengah malam ada suara ketukan halus di rumahnya, pertanda ada Red Dog minta bantuan. Kadang dibawa oleh orang yang menemukannya, kadang ia sendiri yang datang minta bantuan.

Perkenalannya pertama kali ketika ia baru bertugas di Dampier. “Ketika saya melihatnya untuk pertama kaali sempat bingung mengapa seekor anjing dibawa oeh banyak orang yang berbeda. Rupanya Red Dog adalah anjing selebriti.

Ketika ia sakit dan di rawat oleh dokter Rick Fenny, ia malahan mengejar pemilik anjing lainnya. Seorang ibu membawa anjing untuk divaksin, tak luput dari serangannya sehingga.

Setiap kali red dog datang, yang mereka lakukan adalah membersihan tubuhnya yang penuh debu kemerahan. Setelah dimandikan dan dibersihkan lukanya, asal diberi sepotong coklat secara menakjubkan sakitnya cepat sembuh.

Biasanya ia terluka akibat perkelahian dengan kelompok anjing lainnya. Tercatat dua kali ia terkena tembakan. Ia kerap terkena racun, namun selalu selamat.

Asisten dokter masih mengingat komentar terhadap pasien unik ini “mangy and non too friendly” – terjemahan dari sering garuk-garuk karena gatal dan tidak ramah terhadap siapapun juga.

KONFLIK DENGAN ANJING LAIN..

Pak Dokter kita juga punya hewan lain di rumahnya. Red Dog bukan anjing tahu tata krama, ia segera menteror anjing tuan rumah. Anda tahu bagaimana mahluk jalanan bersikap.

Tak jarang Red Dog juga konflik dengan malaikat penolongnya sendiri. Ia paling benci melihat alat suntikan sementara beberapa luka harus dijahit dan dan membutuhkan anestesi lokal. Butuh beberapa waktu membujuk Red Dog agar tidak menggigit pak Dokter relawan ini. Termasuk hadiah coklat kesukaannya.

Kalau sudah merasa baikan, tak sepatah ucapan terimakasih disampaikan. Red Dog seperti malahan berkata, “itu tugasmu, kalau kau butuh biaya, tagih kepada Serikat Pekerja Garam di Dampier. Mereka memegang rekeningku..” – lalu kabur lewat jendela..

Suatu sore, pada saat jam praktek buka. Red Dog datang dalam keadaan luka. Namun ruang praktek sudah terisi berapa pelanggan. Red Dog lagi-lagi menunjukkan kejagoanya. Anjing tamu yang nampak mencoba melawan segera diserang. Dokter harus menjahit beberapa luka pada anjing yang sebetulnya hanya sakit ringan.

Akibatnya dokter sangat marah – dan mengusir Red Dog keluar dari ruang praktek. Dan ia konsekwen, sambil membawa luka fisik dan sekarang luka batin, ia pergi. Matanya seperti ingin bicara, kamu ingin aku pergi, baiklah. Kubawa luka sambil berlari dan terus berlari.

Red Dog sejak itu tak nampak lagi.. Ia hanya datang ketika badannya sudah tak mampu berdiri dan biasanya kendaraan yang melihatnya tergeletak di jalan yang membawanya ke dokter.

Setelah kejadian tak mengenakkan, Red Dog menjadi sedikit terkendali.

Bersambung…

Keterangan Gambar,
Saat Red Dog dirawat di rumah dr. Rick Fenny

Rick Fenny – Dokter Hewan yang merawat RedDog sampai akhirnya tewas di racun. Ia masih menyimpan rantai dan peneng anjing.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.