Posted in mimbar

Jebul sama-sama jenis.


Bulan Mei 2016 “Bunga” ,40, berkenalan dengan seorang pria melalui jejaring sosmed. Sebut saja HP.
Sekalipun belum pernah bertemu muka namun ada skype, WA, Line, FB messenger semua memungkinkan untuk mewujutkan cinta jarak jauh dari bilik ceting. Tanpa buang waktu dalam hitungan hari Mr. HP menyatakan cinta. Bungapun tak segan menyambutnya.
Kesempatan datang seperti surat paket. Pak Pos tidak pernah menekan bel sampai dua kali.
Apalagi cara HP bicara seperti tahu jalan pikiran Bunga. Bunga juga tahu bahwa pria idaman selama ini memang sudah mapan. Umur dan kedudukan. Memiliki mobil mewah, sering bepergian mengurus bisnis yang cabangnya tersebar dibeberapa negeri.
Namun bukan uang atau harta yang membuat “bunga” terpesona. Bunga lebih melihat Karisma dan Atensi yang diperlihatkan sang gacoan. Terus terang – ia belum pernah bertemu pria yang cara berbicaranya membuat nyaman, terlindungi.. Singkat kata singkat cerita … Bunga dan mungkin pria saling pek -klepek-klepek..
Ah sang calon bahkan sudah menyiapkan rumah untuk itu..
Ah bahkan ia tak perduli kalau bunga punya seorang anak dari pasangan sebelumnya.
Ah padahal belum pernah bertemu fisik.. Tetapi apa sih di dunia ini yang Love Impossible.
Bunga sering merenung ..Bukankah banyak wanita cantik di dunia, dengan pergaulannya sang Calon pasti sering berhubungan dengan drama star, movie star. Tetapi Ah mengapa cuma Bunga yang terpilih. Dasar – Jodoh tak lari kemana..Dari bilik cetingpun bisa dilakukan.
Kadang bunga seperti bertanya setengah protes kepada dewa Cupid mengapa harus menunggu May 2016 untuk melepaskan panah asmara ke jantung mereka berdua.
Namanya bisnis kadang ada pasang surut. Belum lama ini Arjuna menghilang dari Skype. Bunga yang terserang rindu kesumat segera menghubungi pujaannya. Setelah didesak terus menerus sang pujaan hati malu mengakui perusahaannya mengalami problem dalam cashflow. Harga minyak anjlog dijadikan alasan.
Bungapun melihat celah kesempatan investasi – berbisnis. Sekalipun awalnya ragu akan transfer uang ke luar negeri. Namun dengan sabar Arjuna menuntunnya, bahkan memberikan tip agar jangan tertipu pria tak bertanggung jawab. Ini sekali rengkuh dua pulau terlampau.. Cita dan Cita.. Amboi.
Lalu dua kali uang ditransfer. Jumlahnya mencapai 45 ribu pound sekitar 800 juta rupiah. Setelah uang ditransfer, (ceng ceng ceng). Arjuna malah makin jarang menyapa – alot kalau dihubungi karena harap maklum – masih menyelesaikan masalah bisnisnya. Tapi jangan kuatir rampung urusannya ia langsung akan menemui Bunga dan mereka akan menikah.
17 Juli 2016, sosial media Bunga ternyata di blok oleh Mr kita. Atas nasihat temannya – bunga melaporkan kejadian ini kepada polisi.
TERNYATA PEREMPUAN LOKAL
Ternyata selama ini tilpun di route ke pelbagai negara sehingga kadang seperti di Eropa. Padahal polisi merangketnya di Bedok Road, Sin. Cuma berapa stasiun MRT dari kediamannya. Sial bener.
Yang lebih menyakitkan.. Arjuna ini ternyata komplotan dua perempuan. Di rumahnya ada tersisa uang sebesar 200 juta rupiah (sudah dikurs).. Sial bener lagi Sepertinya cerita kuno ya.. Namun masih banyak “bunga” bunga lain diakali melalui internet.
****
Selalu punya bukti, kalau anda berbicara mesra dengannya, rekam pembicaraan, kalau anda ber Skype, usahakan ambil snapshot. Pertanyaan petugas kepolisian CYBER tak jauh dari “anda punya bukti?.” Selalu coba mengulur waktu dalam mengirim sejumlah uang- kalau terpaksanya anda sudah tak bisa dinasihati teman. Sekali uang meluncur overseas, akan terlibat cross border problem. Polisi sekalipun melakukan pelacakan yang melewati batas negara.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.