Posted in mimbar

PC Jadul disulap jadi POSKO Hacker


13707644_10208516321598581_8031377937249453492_n
AREA 1.. Monitor tempat menyadap kegiatan para Hacker Cina

KETIKA PC JADUL DIJADIKAN LANDASAN LUNCUR HACKER KELAS DUNIA

Sering menyangka bahwa hacker bekerja macam di filem NCIS atau Hawaii Five “O” dengan layar segede gambreng- Ruangan senyaman hotel bintang lima. Eiit nanti dulu..

Adalah sebuah bengkel las dan bubut di Wisconsin, Amerika yang lokasinya “kelip-kelip” saking jauhnya dari perkotaan. Untuk mencapainya orang kudu melewati usaha pemerahan susu, hektaran ladang jagung, peternakan kuda. Artinya desa banget..

Bengkel ini sudah 46tahun ditangani keluarga Cates dengan anaknya. Mereka menerima tempaan seperti bak pupuk, cetakan keju, kadang perbaikan pesawat. Di kantor belakang sebuah PC jadul berdengung lantaran kipas yang sudah cukup renta.

Tapi kalau anda dekati, ternyata didalam mesin ini sedang terjadi pertarungan besar. Bak perang spionase.

Pasalnya CPU mesin PC tua ini sudah dirasuki 100persen oleh program peretas dari Cina. Dan dari sini mereka siap meretas sistem keamanan perusahaan besar, Universitas di Amerika.

Di lain pihak, PC sudah terhubung dengan Koalisi Anti Retas yang ahlinya adalah jebolan Silicon Valley. Secara realtime mereka juga melakukan pengawasan jarak jauh. Mengantisipasi pergerakan kapan dan dengan strategi apa para peretas ini akan bergerak. Mencegah lebih baik daripada mengobati, prinsip koalisi yang kemudian menjadi nama AREA-1

Seperti dalam filem Mr. Robot – tentunya… Namun ini dunia nyata..

Dua tahun lalu ketika team dari Silicon Valley mendatangi kantor Cates, maka reaksi pertama mereka adalah “NO WAY..” – selama ini yang mereka lakukan adalah membuka PC, mencetak tagihan, mengecek spare parts, layaknya bengkel las.. Mereka bukan golongan manusia melek teknologi maya.

Jadi mendengar kata-kata ada infiltrasi kedalam komputer mereka yang selama ini dikira cuma hayalan SciFi belaka.

“Kami seperti gila mendengarnya…” kata nyonya Cates.

Apalagi ketika mendengar bahwa Peretas bayaran dengan kode kode C0d0s0, sudah berhasil memasuki sistem keamanan bank, perusahaan hukum, serta perusahaan berbasis teknologi di Amerika. Waduh.

Konangan pertama kali kehadirannya ketika mereka meretas situs FORBES, dan menyuntikkan malware kepada komputer para visitor.

Rupanya mereka memilih PC yang dimiliki perusahaan kurang perduli keamanan salah satunya menyusup kedalam jaringan perusahaan bubut di kampung milik Cates bersaudara.
Siapa yag menyangka coba.

Juru bicara Area-1, Darche mengatakan “Kami ini semacam Body Guard, bukan polisi yang memaksa seseorang harus melakukan sesuatu. Kami hanya mencegah sesuatu yang buruk terjadi..”

Juni 2016, nampaknya para Hacker Cina – menyiapkan serangan besar-besaran terhadap Delivery Suplai Makanan di Silicon Valley, Perusahaan penerbangan terbesar di Amerika, sebuah Universitas dan lanjut merusak ke Thailand dan Malaysia. Area-1 segera mencoba memblokir virus para hacker ini agar tidak berkembang lebih lanjut. Dan memang berhasil mengatasi serangan yang tak bisa ditanggulangi dengan anti virus manapun.

Pertarungan ini bak marathon. Memakan waktu lama.

Mereka melakukan pengamatan bertahun-tahun.

Calon korban biasanya diamati melalui profil LinkedIn dan FaceBook. Kalau sudah ketemu calon – Lalu mulai dibuatkan draft email yang menarik dengan harapan calon bisa terpedaya membuka (klik) attachmentnya, mengklik “LIKE” embagikan kepada teman-teman (share) dan saat itulah malicious garang mulai beraksi menyerang komputer mereka. Mengambil informasi selayaknya menduplikasi hardisk.

Menurut Trend Micro, rata-rata 91% Virus masuk dari pengguna yang mengklik attachment. Menshare informasi dari sumber tak jelas, walaupun sepintas bisa menaikkan adrenalin karena emosi tersulut, maka detik itu pengguna komputer rawan virus. Tidak seketika, kadang kita sudah lupa. Dan antivirus tidak akan berdaya menghadapinya.

Area 1 bahkan bisa mendapatkan informasi secara rinci kapan peluncuran Rudal Korea Utara.

Gara-gara serangan ini, Gena Cates CEO perusahaan CMW (Cate Machine & Welding), menarik modalnya yang sudah sempat ditanam di Cina..

“We want to do the right thing for these bussinesses and For Our Country..”

Bukan Pokemon Go yang kita risaukan.. Tetapi layanan cantik seperti LinkedIn, Facebook. Lalu memasuki situs yang menyediakan segala hal gratis lah yang urusannya bikin runyam sebab berakibat bocornya rahasia pribadi, rahasia negara, rahasia nasabah.

Masih punya hobby CopyPaste dan Share dari sumber yang anda tidak kenal pasti..Sampeyan sudah diingatkan lho..

13707696_10208516156554455_1639074383386379095_n
Siapa nyana bengkel bubut ini PCnya sudah dirasuki para Hacker dari Cina.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.