Posted in mimbar

KFC


Ada dua potong ayam goreng KFC (dari warnanya saja sudah ketahuan) yang kami bawa pulang dari acara makan siang di hari Minggu itu. Sisanya dimakan di restoran.

Saat makan malam, team pembisik bilang “Papa makan saja yang Ayam tadi siang, biasanya anak-anak sudah tidak doyan..”

Sementara saya bapaknya dan kakeknya – tidak tegaan kalau ada makanan sampai terbuang..

Ceritanya – sesuai arahan tim pembisik – saya mengambil Ayam Goreng kesukaan UpinIpin… Memang sudah hilang gurihnya, apa yang dibanggakan makanan cepat saji kalau temperatur sudah turun. Namun rasa ayam tetap ayam. Yang penting jangan sampai terbuang.

Yang tidak saya duga, tepatnya, kami duga, putri saya menghendaki ayam dingin.

“Pa jangan makan ayamnya, papa Udang goreng tepung Telor Asin,” kata putri saya.

Dialog anak dan kakek, didengar oleh Anya,3,.

Sejak itu ia sering mengingatkan saya “Eyang, jangan makan Ayamnya mama ya.. Nanti Mama nangis..”

“EyangPa Do not eat mama’s chicken. She will cry. Eyang eat the prawn”13775825_10208546897682964_2072586989170691924_n

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.