Posted in mimbar

OSPEK


POSMA OSPEK NON KEKERASAN
Kepergian Anies Baswedan sebagai menteri Pendidikan meninggalkan satu kesan. Beliau sangat anti perpeloncoan. Dan bukan sekedar WACANA -ia melakukan tindakan administratif bagi kepala sekolah yang sekolahnya tetap melakukan ospek. Contohnya dua kakak beradik pelajar SMU di bilangan Menteng langsung menunjamkan sikunya diudara seakan Selena Williams baru mengalahkan lawan tennisnya… “Yes.. Kita boleh Ospek lagi,” kata mereka yang namanya disamarkan Kacrat dan Kucrut
***
Soal perpeloncoan – belum lama ini saya baca artikel soal perpeloncoan di universitas yang kesannya jauh dari kekerasan, namun berlapikata manis “Fun Games” nan sexy.

Misalnya. PushUp, Quiz dan Simulasi…

PUSHUP
Mahasiswa pushup. Tetapi – dibawahnya mahasiswi terlentang. Dan pushup berubah menjadi adegan Adam dan Hawa.

Sebagai ilustrasi musik.. maka AKAPELA merapalkan mantra – seperti suku jaman dahulu kalau memanggil roh.. Hanya kata-katanya apa lagi kalau bukan anatomi tubuh yang disebut-sebut.

Lalu mahasiswa yang sudah kelihatan tidak mampu melanjutkan tugasnya (pushup), disuruh pura-pura ejakulasi dimuka mahasiswi yang nyaris ditindihinya. Sepertinya yang lelaki doang yang gumbira.. Perempuannya .. bisa luka bathin..

QUIZ

Ada mahasiswi baru diberi QuISexKologi – arena “TABOO” dibuat permanan – misalnya cairan lelaki mana yang kalian ijinkan untuk di telan, cairan bagian mana yang kamu rasa paling menjijikkan. Mengapa ada orang sampai tidak kawin dan mati dalam kesendirian..

“Saya lari meninggalkan arena dan mau kabur. Tapi ketua panitia melarang kami dan kami harus ikuti sampai Games selesai, atau kami dianggap tidak lulus..” Kata seorang Peloncowati yang namanya disamarkan sebagai Mawar.
Mawar melanjutkan kalau tujuannya keakraban.. Keakraban dari Hongkong katanya sinis.

Mahasiswi lain ditutup matanya lantas ditarik kekiri lalu kekanan.

Tangan yang menyentuh mereka dibasahi sabun dan air sehingga licin. “Malamnya badan merasa sakit semua.” – kata seorang cewek yang namanya dirahasiakan Kanthil.

RAPE
Kadang ada game berupa simulasi perkosaan-incest..

Pura-puranya Seseorang seakan-akan membuka pintu rumah “jedar-jeder”..

KOR KOR (kakak, Mand) datang… teriak lelaki.. Berperan pemabuk struggle buka pintu.

MEI MEI (adik, Mand) dont want … mahasiswi disuruh menjawab demikian.

Lantas si KORKOR menendang kaki meimei maksudnya agar “ngangkang” lebih lebar.

Mungkin itu yang mendasari pak Anies Baswedan tidak suka kepada Perpeloncoan dalam segara bentuk, termasuk onderbouwnya. Sekalipun kejadian ini bukan di Indonesia.

‪#‎hashtag‬ Games at certains camps increasingly sexualised, say students

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.