Posted in mimbar

BUMI HAMPIR KIAMAT PADA 1967


KITA HAMPIR MUSNAH PADA 1967

Lho kok nggak tahu.. sebab salah satu dari mereka seorang Kolonel Pensiunan – yang melaporkan fenomena alam kepada Militer Amerika sebelum mereka mengambil keputusan salah. Dan rahasia tersimpan rapat selama setengah abad..1967-solar-storm-essa-report-may-26-1024x775

23 Mei 1967 – Radar di Antartika mendadak tidak berfungsi. Padahal alat ini bekerja 24/7 untuk mengawasi kemungkinan serangan Nuklir dari Rusia..

Militer yang selalu terlatih akan PARANOID perang – langsung menyiapkan Rudal Hululedak Nuklir, siaga perang Nuklir sudah memasuki tahap tinggal tancap gas.. Manusia tinggal diancam musnah saat itu atau beberapa puluh tahun kemudian akibat nuklir yang memang sebagai senjata pemusnah.

TETAPI KENAPA KITA MASIH HIDUP SAMPAI SEKARANG?

Pahlawan kita adalah Kolonel (pur) Syder yang saat itu bertugas di NORAD (Badan yang mengurusi ulah matahari)
Beberapa tahun sebelumnya tim yang dikepalai pensiunan ini (siapa bilang pensiunan tak berguna).. Mendapat data bahwa matahari sedang mengalami tak enak badan – dan banyak mengeluarkan gas. Kalau dia buang gas, jagat raya akan kena impact setidaknya medan magnit terganggu.

18 Mei 1967 mereka sudah melihat spot-spot besar pada permukaan matahari dan aktip. Mereka tahu bahwa bola api bakal dilemparkan ke jagat raya termasuk bumi..

23May 1967, badai Geomagnetik menyerbu bumi.. Termasuk mengacau belo pembacaan radar yang diinterpretasikan sebagai “Ulah agen KGB Rusia akan menghancurkan Amerika”…

NORAD langsung menghubungi Angkatan Udara Amerika mengatakan bahwa setekah melihat kenyataan bola api dilempar ke bumi dan membuat peralatan pada JAMMED.

Untunglah pihak Militer bisa diajak kerjasama tidak main “killed or to be killed” – aktivitas udara dikembalikan ke normal. Dibagian lain, Rusia merekapun berfikiran sama. Apalagi setelah melihat aktivitas persiapan perang nuklir besar-besaran.

Selama seminggu sistem komunikasi terganggu. Tetapi orang di Antartika konon saat itu bisa melihat pemandangan sangat jelas sampai ke New Mexico..

Perang dingin nyaris menjadi perang Panas.. Rahasia ini tersimpan selama 50 tahun dan baru dipublikasikan akhir-akhir ini..

Posted in mimbar

Reuni 2016


Putri saya baru pulang dari Reuni SMA merangkap Halal Bihalal. Ia 17 tahun berpisah dengan sekolahnya. Setamat SMA bersikeras ingin sekolah ke luar negeri. Kamipada saat itu sedang dililit finansial, bertepatan dengan krisis moneter, dan sebagai pegawai kantor maka menyekolahkan anak ke Singapura adalah pengalaman menyesakkan dada. Tapi itu bagian hidup dan tanggung jawab orang tua.

Ketika mengantar saya pulang ke tanah air, di Bandara Changi kami berbincang tentang reuninya.

Lalu ia bercerita tentang guru-gurunya. Nama gurunya kami samarkan.

Bu Santi – misalnya. Seorang Guru Tajir. Bagaimana tidak disaat guru lain heboh uang ingin diangkat pegawai tetap (tentunya dapat pensiun dan fasilitas lain) maka ibu Guru Santi bergonta ganti tas tangan keluaran  LV aseli. Masih dengan ciri khasnya – setiap datang mengajar bajunya selalu berbeda. Persis seperti seorang Model.

Bukan gaji guru yang membuatnya berperilaku JetSet – namun suami bu Santi yang pengusaha sukses.. Okay Ghibhah (gunjing) distop disini ya.. Setidaknya itulah ingatan putri saya akan guru perempuan sma-nya

Lalu ada guru lain  – sebut saja pak Jono

Hari itu pak Jono mengajar Sejarah pada jam pertama. Hari Senin pula. Murid-muridnya sebagian belum kumpul nyawanya, maklum baru selesai weekend masih ogah-ogahan mengikuti pelajarannya.

Mendadak pak Jono menunjuk salah satu muridnya yang duduk sendirian. Sebut saja namanya Yanti

“Yanti kawanmu kenapa dari tadi diam saja apa dia sakit..?” kata Guru.

Jelas-jelas duduk sendirian, dikira berdua, berdua dengan Hantu?

“Berdua dengan siapa pak, saya duduk sendirian,” tukas Yanti.

Pak Guru serius.. terbukti kaca mata tebalnya ia turunkan ke hidung.

“Lha itu yang berbaju hijau-hijau seperti Nyi Roror Kidul disebelahmu itu siapa?”

Setelah tolah toleh sana sini, Yanti menjawab “pak ini jaket sekolah..” – Sambil menunjuk jaket seragam Hijau yang ia sampirkan dikursi temannya yang kosong. Dari jauh memang seperti ada seseorang duduk.

“Oh saya kira penampakan, baiklah pelajaran diteruskan..”

Itulah julukan Guru Horor bermula.. mereka tidak berani menyebut Guru Siwer…

Seperti yang diceritakan oleh puteri saya.. sepulangnya dari Reuni. (sebetulnya dia juga bakat mendongeng lho)

Posted in mimbar

MIXED VEG RICE


MIXED VEG RICE
Kalau diterjemahkan mestinya Nasi Campur Sayur, atau nasi rames kata sementara orang.
TKP: Selasar sebuah KopiTiam 24jam kecil tapi ramai pengunjung..
***
Sekitar pukul 8 pagi, glundungan kobis, tauge, kacang panjang, tomat ikatan bayam atau kangkung sebangsanya sudah berdatangan depan kios makan kami menyebutnya “Vegji” alias Wartegnya sono.. Biasanya datangnya sudah dalam kantong plastik ukuran orang jual sepatu.
Sebuah meja stanless steel dorong, tatakan kayu, pisau cacah daging dan dua orang juru masak mulai mengiris dan memotong sayuran. Untuk menghemat wadah, maka plastik dari supermarket yang sama yang dibuat wadah.
Pameran persiapan didepan lalu lalang manusia ini dilakukan tentu maksudnya “ini lho sayuran kami seger-seger dan higinis cara pengolahannya bersih”.
Sekitar jam 11 siang praktis yang namanya sayur tahu, ayam goreng, ikan goreng, nasi sudah siap. Biasanya kendati sudah siap dan ditayangkan di loket, penjualnya menolak memberikan services..
Pukul dua belas alarm tanda istirahat berbunyi, sebentar saja antrean sudah mengular. Baju kerja, sepatu proyek “Bukan AP”. Boleh saya tebak 98% adalah pekerja kasar/halus/tebal/tipis/latin/gedrik kadang bekas cat, debu masih menempel diwajahnya. Made in Impor..
Ada yang dibungkus (Tapow), ada yang Chia-chia ditempat. Lapak ini tidak boleh serakah dengan menjual minuman. Soal minuman silahkan toko sebelah.. Tidak ada teh gratis yang biasa kita dapatkan di warteg kita.
Ini memang makan kejar tayang, mereka makan tanpa berleha-leha sebab hanya satu jam istirahat.
Jam 13:00 aktivitas mulai mereka karena pekerja pembangunan apartemen harus kembali bekerja. Selebihnya mereka melayani pensiunan, penghuni flat yang malas masak dan memilih makan warteg.
Sekitar jam 15:00 maka mereka sudah tidak melayani pembeli sebab dalam proses yang sama untuk sesion berikutnya yaitu “makan malam.”