Posted in bpjs, mimbar

Mengurus Perubahan Data


Kami sudah dua tahun mengikuti BPJS Mandiri, selama ini belum pernah dipakai, untunglah sehingga terjadi subsidi silang. Namun beberapa kerabat berbisik untuk menggunakan fasilitas tersebut dengan misalnya membersihkan karang gigi, mengukur tekanan darah dan kadar gula anda. Tujuannya guna mengevaluasi apakah pembayaran BPJS kita selama ini lancar, kalau ada gangguan mumpung kita masih sehat.

Sebagai contoh, kami yang mendapatkan Fasilitas Kesehatan disuatu daerah yang agak asing bagi kami – sehingga kami putuskan mendatangi pelayanan Puskesmas terdekat. Ketika petugas melihat kartu anggota dari  tiga puskesmas responsnya lumayan “nembak”..

  1. “Urus BPJSnya melalui pihak ketiga ya…?”
  2. “Anda Militer ya, sebab puskesmasnya di komplek TNI”

Kami mendatangi tiga fasilitas kesehatan, yang menggembirakan – para petugas menlayani dengan hati, dengan semangat. Tak jarang kami dibujuki agar pindah ke Puskesma  mereka. Luar biasa. Tetapi sekalipun demikian saya tetap harus mendatangi pusat BPJS di Jakarta Barat.

****

Beberapa hari lalu saya masuk kampus WIDURI, bukan untuk kuliah melainkan parkir kendaraan – tujuannya meminta perubahan TKP Fasilitas kesehatan. Sudah dua tahun sejak saya mendaftarkan diri, memang tidak banyak perubahan. Tetapi saya yang banyak bingung. Terlalu pagi, terlalu banyak orang.. Untunglah dengan mendengar percakapan antar mereka, saya tahu Loket 1 itu untuk pendaftaran baru, dan loket 2 untuk perubahan data. Karena masih terlalu pagi belum ada petugas sehingga menyibukkan menjadi relawan..

Tetapi tak jarang saya diplengosi seperti Nikita ketemu Jupe. Pasalnya mereka juga curiga saya seorang “pihak ketiga..”

Jam 08:00 tepat kantor dibuka, kami antri dan hanya setengah jam saya sudah mengantongi kartu BPJS yang baru, lebih langsing dan mirip kartu kredit.

***

Kalau anda ingin mengurus perubahan data, sebaiknya memulung terlebih dahulu formulir dibawah ini (ada versi JPEG dan pdf). Satu halaman merupakan formulir dan halaman yang lain adalah petunjuk.  Semoga tidak bingung dengan istilah Nomor Registrasi, Nomor Induk Kependudukan, Pasfoto,  VA (Virttual Account), FasKes Primer. Dengan mengisi formulir dari rumah, maka anda tinggal menumpuk di meja di Loket 2 (dua), kalau oket 1(satu) – hanya untuk pendaftaran baru. Jadi lebih lama dan tidak riweh.

img_20170209_0001

img_20170209_0002

Advertisements

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.