Berkas Anekdot


Sairin dimana Kau

Saat travel ke Irian Timur a.k.a Papua New Guinea yang ibukotanya Port Moresby disingkat POM. Ternyata saya musti naik pesawat lagi dua jam ke kota kecil namanya TARI. Disana masih naik bis lagi sekitar dua jam ke penginapan daerah namanya KOMO.

Bisnya dilindungi semacam besi “behel-bukan banci-8mm” mirip BARACUDA-nya polisi kita. Harap maklum penduduk doyan perang antar suku. Nah kalau terjebak diantara lempar lembing atawa dar der dor.. bunyi mesiu.. repot juga.

Ternyata penderitaan belum berakhir.. maksud.. perjalanan belum NYAMPE.. Maklum sudah malam sehingga kami menginap dalam basecamp dikeliling pagar berduri dua rangkap. Dengan pengaman sekuriti lapis berlapis.

Biar singkat, cerita langsung besoknya, kelar sarapan bareng ayam berkokok alias jam 04:00 subuh kami sudah musti nyengklak ke bis untuk diabsen. Saya lihat sekali lagi arloji menunjukkan ketinggial 2900 meter. Artinya kalau anda naik pesawat dari Jakarta ke Singapura dengan maatskapai yang kalau nama belakangnya ditambah “bintang” artinya berubah dari mahluk mengerikan jadi baskom plastik disertai perjalanan tak setetes embunpun minum diberikan. Maka itulah ketinggian kami..

Isi bis sekitar 13 orang dan nama mereka keren-keren seperti Bule sekalipun kulitnya hitam. Kelar acara “Ketika Namaku Disebut” – Pintu pagar besi yang juga dua lapis dibuka – Jreng… Supir angkat radio comunication “Victor 11- kami berangkat dengan 13plus satu. Roger”

Victor 11 adalah sandi nomor kendaraan sebab untuk kerahasiaan nomor pelat tidak berlaku disini. Kalau 13 plus Satu bukan lantaran supir tidak bawa kalkulator melainkan kode untuk satu supir.

Suasana di basecamp ya masih senyap.. Masih gulita. Lha Kok…baru saja supir akan tancap gas, penjaga ketuk pintu bis yang sudah terkunci.. Ada yang ketinggalan sepertinya orang Indo(nesia), terbukti namanya “SAERiN..SAERiN..SAiRiN..”

Duh senangnya ketemu satu bangsa lain nyoblos. Kangen bicara lu guwe, agan bin suragan.  Tapi kok SAiRiN nan disebut nemplok diatap bis.. Yang dimaksud adalah lampu sirine yang muter-muter macam ambulan kelupaan dinyalakan oleh Mas Samuel sang driver kami.

Bahu saya turun lagi..

RONTGEN

RONTGEN
Seorang ibu baru pertama kalinya pergi check kesehatan (MCU). Ada acara pengambilan foto Rontgen yang dia belum pernah lakukan. Lalu ia ajak temannya untuk menemaninya ke Klinik. Sayang pada hari “H” yang ditentukan sang teman ternyata berhalangan datang sehingga Ibu sintal berangkat sendiri berbekal nasehat sang teman..
Begitu ia sampai diklinik, maka oleh bagian pendaftaran wanita tadi dipersilahkan masuk kesebuah ruangan yang redup penerangannya. Ibu tadi hanya sendiri dalam ruangan tersebut.

Tiba-tiba ada aba-aba, “Ibu buka bajunya sekarang, juga bra, dan menghadap kedinding..”

Ibu tadi patuh melepas pakaian atasnya, sambil menghadap kedinding.

“Tangan dipinggang Ibu…”
“Bahu agak dikedepankan…ya begitu.. maju sedikit lagi..”
“Tahan napas…tahan sebentar dan….. selesai..”

Tapi kenapa lampu ruang tetap redup, dan mana papan rontgennya. Jangan-jangan alat canggih kedokteran sekarang zonder papan rontgen..

Saat dalam keadaan bingung masuklah petugas pendaftaran…Dan bola mata hampir lepas dari cangkangnya melihat ada pasien buka baju di ruang tunggu..

“Bu yang disuruh buka baju tadi pasien nomor satu..dikamar rontgen kamar sebelah.”.
“Ibu kan pasien nomor dua.. Dan ini ruang tunggu“

Cek Kesehatan

Cek Kesehatan
Saat pemeriksaan kesehatan tahunan disebuah klinik, seorang profesor diberi botol plastik kecil yang gunanya untuk menampung air seninya sekitar 100 ml.
Profesor segera ke toilet, apalagi sejak pagi ia sudah menahan seninya.

Perawat segera mengambil spidol untuk memberikan label pada contoh air seni. Namun ia tidak menjumpai setetespun sample urine disana.

“Prof..mana contoh urinnya?”

“Lho saya sudah pipis dan banyak sekali Zuster”

“Tapi Prof jangan-jangan anda pipis tapi tutup plastiknya belum dibuka..” Kata perawat.

ANSWERING MACHINE

Melihat menjamurnya pihak Bank yang menggunakan mesin penjawab otomatis bagi para pelanggannya, maka sebuah biro penyedia jasa keamanan ikutan menggunakan pelayanan yang sama.

Selamat Datang di Layanan 24 Jam – Jasa Keamanan. Silahkan masukkan 12 Digit nomor Kartu Pelanggan Anda Diikuti Tanda Pagar..(ting)

Silahkan masukkan tanggal lahir anda dimulai dengan dua angka tanggal lahir,dua angka bulan lahir dan empat angka tahun lahir diakhiri dengan tanda pagar.(ting)

Terimakasih

Bila anda terluka akibat senjata tajam dan berdarah, tekan satu (ting)
Bila anda terluka akibat senjata api dan berdarah tekan dua(ting)
Bila anda terluka akibat benda tumpul tekan tiga(ting)
Bila anda kehabisan darah dan nyaris tidak sadar, tekan NOL untuk bantuan operator..(ting)
Untuk menu utama silahka tekan angka sembilan.(ting)

Mencari Sedotan Limun

Saat di GuangZhou keperluan antar keluarga sakit saya kebagian cari sedotan limun untuk memudahkan pasien makan atau minum…Edannya rumah sakit segede itu tidak punya persediaan sedotan..

Sayapun “blusukan” di pasar tradisional akhirya ketemu toko serbaneka. Ada flash disk, senter tetapi juga jual kebutuhan sehari-hari.

Penjualnya cuma bisa Mandarin, sehingga komunikasi pakai bahasa isyarat..

Lantas saya satukan ibu jari dengan telunjuk seperti menjepit sesuatu. Biar lebih jelas lagi tangan saya gerakkan keatas kebawah..

Celaka dua belas keriting.. Si penjual masih bengong belum mengerti maksud saya…

Saya tidak putus asa… Jempol dan Telunjuk tadi saya dekatkan kemulut sambil mengeluarkan suara “sruput….” – saya membayangkan sedotan limun ukuran besar terbuat dari plastik, warnanya putih untuk  menyedot Cendol Bandung yang segar ditengah matahari terik…sruput..ah segarnya

Penjual tertawa.. angguk-angguk kepala.. lalu menghilang kebelakang. Saat kembali…

Ditangannya ada sebungkus Mie Instant dan Sumpit bambu..

Hipnotis

Namanya baru punya mobil…

Merasa kunci pengaman standard pabrik – masih dirasa rawan kejahatan, alias mudah dibongkar pencuri maka sang pemilik mobil segera mengganti dengan kunci khusus. Alat ini berfungsi menutup lubang kunci bila pencuri menggunakan kunci palsu.

Dan eng ing eng …rencananya mobil akan di INDREYEN sambil membezoek temannya yang diopname. Tiba di Rumah Sakit yang dituju – tempat parkir RS penuh – ia memarkirkan kendaraan dijalanan. Sambil tak lupa memasang kunci khususnya.

Saat kembali dari berkunjung – Pintu mobil tidak bisa dibuka… sebab Anak kunci tidak bisa masuk kedalam slotnya.

Jangan Jangan saat ditinggal pergi sang Pencuri beraksi…

Tengah-tengah bingung bahunya ditepuk dari belakang.. Ia terkesima…

Teknik yang konon dipakai tukang Gendham profesional..

“Maaf bung anda membuka mobil saya” – katanya sambil membuka pintu kendaraan…