Posted in antene, mimbar

GANTI ANTENE DIGITAL


20170214_233923.jpgGanti Antena Digital

Gara-gara serial Bollywood dari kanal ANTV selalu bermasalah saat hujan tiba, maka kepikiran mengganti antena TV. Apalagi usia antene sudah 10tahunan lebih. Bak Rajawali bulunya mbrodoli dalam arti kata sayapnya patah sana sini.
Penjualnya mengusulkan agar antene diganti yang digital terutama TV yang sudah layar tipis. Ketika usulannya saya ikuti memang penerimaan kanal TV menjadi lebih jernih.

TAMBAH DEKODER

Sampai disini anggaran belanja sudah ditutup.
Tetapi ada yang bilang disebutkan bahwa dengan menggunakan semacam decoder yang nama lengkapnya Set Top Box Digital Video Broadcasting T2 dimana T=terrestrial generasi 2, maka penerimaan bisa secantik Parabola..
plus…lha ini plus… lebih banyak cenel yang ditarik..
Usulan ini pun saya ikuti. Saya pasang yang buatan murmer biar kalo gagal tidak nyesek. Hasilnya memang eng ing eng..
Acara TV diterima dengan jernih, serta kanal lebih banyak.
Ini yang bikin saya mimisan (ada serial silat, kalau pendekar berbahagia, atau jatuh cinta dia mimisan).
DAN…….PRODEO….gratis uang bulanan… FTA free to air..
***
Masalah kecil yakni group MNC seperti RCTI – Global tak bisa ditangkap secara digital sehingga harus membypass Digital Receiver. Ini berarti saya tidak ketemu mars Partai Yang bisa diputar melebihi takaran minum Obat.
Tapi saya tidak terlalu kecil hati. TV satelit berbayar sejenis UseeTV dan TransVision pun mengalami kendala yang sama.

BIKIN SENDIRI LOOP kabel.

Solusi kalau anda kangen berat acara yang diselingi mars Partai adalah cobat cabut kabel antene yang kadang nyetrum dikit…drrrrrrrrt
ATAWA
Untungnya ada tips untuk menggunakan LOOP yaitu sambungan coax (bukan HOAX), yang memungkinkan kita berpindah dari mode Digital ke Mode Analog. Ini sama dengan bikin kabel antena satu lelaki satu perempuan sekitar 50cm.
Mimbar BS..Febuari 2017
******
PAKAI RECEIVER
TVRI…1,2,3,4, Metro, Trans, T7, ANTV, SCTV, CNN, Kompas, Gramedia, TV MU, O Channel, Nusantara, Inspiratip..
Tidak dalam Receiver : RCTI-GLOBAL-RTV-ELSHINTA
(Daftarnya saya lampirkan disini)
skema-digital
16473200_10210309522387480_6238802216520850156_n16708445_10210365212859707_4883597440344090599_n
Advertisements
Posted in antene, grid, hotspot, mimbar, RTRWnet, yagi

RTRW Net Ketika Cupu Berkenalan dengan Onderdil Nir Kabel


Keesokan harinya seperti yang telah dijanjikan, mas Irsat dan Abu dari RTRW Net sudah datang dengan membawa seperangkat antene yang dikenal antene kupu-kupu atau “grid.”

Ada dua macam (mungkin lebih) antene dipasaran. Pertama antene YAGI dan Antena Grid. Antene YAGI biasanya untuk jarak dekat sedangkan jenis Grid dipakai bila dibutuhkan sistem yang lebih sensitif penangkapannya. Karena berbicara mengenai antene, tidak lepas pula pemakaian tiang besi untuk penyangga antene.
Antene Kupu (Grid)Bila antene sudah terangkai, maka ada sepotong kabel yang menghubungkan antene dengan radio penerima. Kabel ini disebut “PigTail,” berfungsinya sebagai tatap muka antara antene dengan radio.

Lalu ada benda kecil yang dinamakan POE (Power over Ethernet) alias catu daya untuk antene sekaligus catu daya untuk radio. Dari radio inilah di sambungkan kabel LAN (Local Area Network) umumnya empat pasang kabel yang hingar bingar dengan warna warni agar tidak tertukar satu saat dipasang pada ujung RJ45. Kabel ini dikenal dengan nama CAT5.

Karena Radio dan POE dipasang sedekat mungkin dengan antene maka besar kemungkinan terjadi kerusakan akibat hujan dan panas sehingga perlu dibuatkan sangkar pelindung (Outdoor Box) seperti pada gambar.

Kalau urusan pernik-perik sudah selesai maka tinggalah menegakkan antene dan mencari titik hotspot yang akan kita pakai untuk berlangganan. Ternyata diperlukan usaha coba-coba pasalnya lokasi yang nampak strategis, terkadang merupakan blank spot bagi gelombang radio.

Dahulu kala hanya ISP besar seperti CBN, Indosat, Indonet yang diperbolehkan menyediakan titik nirkabel. Namun sejak tahun 2005-an diperkenalkan sistem retail.

ISP semacam CBN, Indosat, Speedy, hanya menyediakan jalur internet skala besar sementara pemasaran ke tingkat RTRW dipegang oleh badan-badan usaha yang lebih kecil, seperti pengusaha Warnet. Dengan demikian tercipta sebuah lahan usaha baru bagi peminat.

Antena siapSingkatnya ada segi tiga rangkaian hotspot RTRWnet. Pertama ada penyedia BTS skala retail dimana anda berlangganan bandwidth entah dalam personal, corporat atau prabayar.

Kedua anda memiliki Antene penerima Wireless, ketiga anda memiliki komputer untuk mengakses data.

Seandainya berminat pertama-tama tilpun atau hubungi penyedia Titik Akses (Hot Spot), lalu buat janji untuk melakukan survei ditempat anda. Layanan ini bebas bea sebab tidak seorangpun dapat mengatakan bisa lalu angkat akad kontrak berlangganan sampai uji coba dilakukan. Bila lokasi ternyata berada dalam cakupan radio, maka mereka biasanya akan meminjamkan peralanan Antene dan Radio (termasuk PigTail, Catu Daya, dan outdoor box (kotak pengaman/pelindung) selama dua hari. Jika anda berminat berlangganan, maka anda harus merogoh kocek untuk memasang radio dan antene sendiri.

Biaya pembelian radio dan antene serta pemasangan berkisar 0,8 sampai 1 juta. Sementara biaya langganan perbulan Rp. 250 ribu untuk paket 24 jam dengan kemampuan akses lokal 2MBPS dan akses internasional 64kbps. Itu belum termasuk biaya pendaftaran sebesar 200 ribu rupiah. Paling tidak anda merogoh kocek sebesar 1,5 juta.

Hotspot mulai dilirik orang ketika bencana Tsunami yang meluluh lantakkan Aceh beberapa tahun lalu. Maka satu-satunya kegiatan yang muncul dengan super cepat adalah HotSpot. Pihak LSM AirPutih misalnya dalam waktu beberapa minggu mampu memasang 50 titik hotspot di Aceh sehigga terjadi pembalikan keadaan. Dulu Aceh yang dikenal tertutup dan ditutup-tutupi mendadak seperti blak-blakan Semua terbuka untuk diakses.

Arsat, seorang pemain cukup lama dibidang Warnet yang merambah ke usaha Hotspot menerangkan bahwa minimal diperlukan modal awal biaya sebesar 25 juta untuk mendirikan menara (tower), router, berlangganan Bandwidth.

Sayang ia tidak bersedia memerinci keuntungan yang diperoleh dari usaha jasa internet nirkabelnya.