Posted in gaya hidup, singapore, singapura, Uncategorized

Suatu pagi di pasar tradisional jalan Holland Singapura


Ibu-ibu di Singapura dengan tertib antre untuk dilayani penjual. Tidak nampak orang yang seakan-akan terburu-buru sampai tega menyerobot antrean. Semua tertib berbaris menunggu giliran. Akankan korupsi dinegara kita bisa dihilangkan cukup dengan menertibkan diri agar mau antre?
Los ikan basah, tanpa bau amis, tanpa bau lalat. Bisakah pasar tradisional kita meniru hal yang serupa?
Kakek menikmati semangkok bubur sambil kaki jegang diangkat ke kursi. Pemandangan para senior atau pensiunan pegawai di Singapura menikmati hari tua mereka.
Carrot Cake yang ternyata adalah semacam kwetiau yang kita kenal di Indonesia. Para gangster jaman dulu pantang makan kwetiau sebab dipercaya memperlambat luka bacok dalam perkelahian.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

3 thoughts on “Suatu pagi di pasar tradisional jalan Holland Singapura

  1. Yth. Pak Mimbar,
    kami sedang bekerjasama, antara volunteer, dan pedagang pasar utk merevitalisasi pasar tradisional yang sudah ditinggalkan orang.
    Bulan ini, kita punya sharing session bagaimana membuat pasar tradisional lebih nyaman, dan buat program bareng untuk membangkitkan kembali ‘nyawa’ pasar tradisional.
    Saya senang baca tulisan bapak dan minta ijin untuk copy foto dan sharing pesan Bapak dengan teman2 pedagang pasar. Tentu saja akan saya katakan sumber dari informasi ini.
    Semoga bapak berkenan, dan terimakasih.
    Janti

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s